SMAN 1 Mataram Terima Tamu AS, Tanamkan Gaya Hidup Sehat Lewat Proyek HEARTY

SMAN 1 Mataram Terima Tamu AS, Tanamkan Gaya Hidup Sehat Lewat Proyek HEARTY

Kamis, 29 Januari 2026, Januari 29, 2026

 



RadarBumigora.Com, Mataram — SMAN 1 Mataram menerima kunjungan tamu internasional dari Amerika Serikat dalam rangka pelaksanaan program Healthy Eating Active Routine for Thriving Youth (HEARTY). 


Program kolaborasi lintas negara ini bertujuan menanamkan kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi seimbang serta penerapan gaya hidup aktif sejak usia sekolah.


Tamu internasional yang hadir, Vanessa, didampingi perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Nabila Sofhiarany.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Reciprocal Project YSEALI Professional Fellows Program yang dirancang untuk memberdayakan remaja agar lebih peduli terhadap kesehatan, pola makan sehat, dan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.


Kepala SMAN 1 Mataram, Burhanudin, menyampaikan bahwa Proyek HEARTY memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan tantangan kesehatan generasi muda saat ini.


“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya memberikan edukasi tentang gizi dan kesehatan, tetapi juga dikemas secara menyenangkan dan interaktif sehingga siswa lebih mudah memahami pentingnya pola hidup sehat,” ujarnya.


Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, di antaranya edukasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang disampaikan secara ringan dan aplikatif, permainan tradisional khas Amerika Serikat bersama US Fellow, serta cooking class makanan sehat yang melibatkan partisipasi aktif peserta.


Burhanudin menambahkan, kolaborasi internasional tersebut juga memberikan nilai tambah bagi siswa dalam memperluas wawasan budaya.


“Selain memperoleh pengetahuan tentang kesehatan, siswa juga mendapatkan pengalaman lintas budaya yang sangat berharga. Ini menjadi pembelajaran kontekstual yang memperkaya cara pandang mereka,” katanya.


Ia juga menyinggung persoalan malnutrisi yang masih menjadi tantangan global, termasuk di Indonesia yang menghadapi tiga beban malnutrisi, yakni stunting, kelebihan berat badan, dan anemia. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan edukasi dan intervensi sejak usia remaja.


Melalui Proyek HEARTY, siswa dibekali pemahaman untuk membaca dan memahami AKG, memilih makanan dengan kandungan gizi lebih sehat, serta menyadari pentingnya aktivitas fisik dalam menunjang produktivitas. Program ini juga memberikan pengalaman langsung dalam mengolah makanan sehat secara sederhana.


Sebanyak 30 siswa SMAN 1 Mataram terlibat dalam kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan antusias dan interaksi aktif, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.


Selain itu, pihaknya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini dan berharap kesadaran akan pentingnya gizi seimbang serta gaya hidup aktif dapat tumbuh sejak dini sebagai bekal menuju masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.


Sementara itu, Vanessa menjelaskan bahwa Proyek HEARTY bertujuan menjawab persoalan gizi remaja melalui pendekatan berskala kecil namun berkelanjutan.


“Pada intinya, proyek ini bertujuan menyiapkan generasi masa depan dengan memberdayakan remaja agar mampu membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat,” jelasnya.


Ia menambahkan, kegiatan ini secara khusus mengedukasi siswa untuk memahami AKG, memilih makanan sehat, menyadari pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga produktivitas, serta memperoleh pengalaman memasak makanan sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

TerPopuler