RadarBumigora.Com, Lombok Timur — Kabar membanggakan datang dari dunia pers Lombok Timur. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur, Dr. Hanapi, S.Pd., M.Si resmi menyandang gelar doktor setelah menuntaskan studi S3 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Bali.
Sekretaris SMSI Lombok Timur, Dr. Karomi menilai capaian tersebut sebagai prestasi membanggakan, tidak hanya bagi pribadi Hanapi, tetapi juga organisasi dan insan pers di daerah.
“Yang membanggakan, beliau mendapat predikat cumlaude. Prestasi tersebut mencerminkan dedikasi, ketekunan, serta kualitas akademik yang unggul, sekaligus menjadi inspirasi,” ujar Karomi, kemarin.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar doktor merupakan buah dari konsistensi panjang Hanapi dalam menapaki dunia jurnalistik, akademik, dan organisasi. Promosi doktor tersebut dinilai membawa nama baik SMSI serta memperkuat eksistensi organisasi di daerah.
“Kami dari segenap pengurus SMSI mengucapkan selamat atas promosi doktor ini. Saya rasa pencapaian tersebut tidaklah gampang, penuh perjuangan untuk sampai pada titik ini,” tegasnya.
Karomi menuturkan, Hanapi telah menekuni dunia jurnalistik sejak 2004. Ia dikenal sebagai jurnalis yang tumbuh dari proses panjang di lapangan, pernah aktif di sejumlah media cetak lokal hingga nasional, sebelum kemudian mengelola media sendiri.
Selain itu, Hanapi juga berkiprah di dunia akademik sebagai dosen di Universitas Hamzanwadi. Gelar doktor yang diraih dinilai semakin memperkuat posisinya sebagai perpaduan akademisi dan praktisi media.
“Selain aktif sebagai jurnalis, beliau juga dikenal sebagai akademisi di Universitas Hamzanwadi. Gelar doktor yang diraih hari ini semakin memperkuat posisi beliau sebagai akademisi dan praktisi,” ujar dosen Universitas Gunung Rinjani tersebut.
Karomi berharap, capaian akademik ini menjadi energi baru bagi SMSI Lombok Timur untuk terus berkontribusi menciptakan ekosistem media yang sehat, kredibel, dan beretika, khususnya di Lombok Timur.
Ia juga menaruh harapan agar prestasi tersebut menginspirasi jurnalis serta generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan, tanpa meninggalkan integritas dan idealisme pers di tengah tantangan global.
“Keberhasilan ini membuktikan bahwa jurnalis juga bisa unggul di dunia akademik dan organisasi. Semoga capaian ini membawa manfaat yang lebih luas bagi dunia pers dan pembangunan daerah,”(Red).
