Dukung Program Desa Berdaya, Universitas Bumigora Turun Perkuat Sistem Data Desa

Daftar Isi

 


RadarBumigora.Com.Mataram – Komitmen Universitas Bumigora dalam mendorong transformasi digital di tingkat desa kembali ditegaskan.

Kampus berbasis teknologi tersebut ambil bagian dalam kegiatan Learning Forum Kolaborasi Pemerintah dan Universitas dalam Penyediaan dan Pemanfaatan Data Sistem Informasi Desa (SID) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB bersama SKALA NTB di Hotel Santika Mataram, Jumat (17/4/2026).

Forum ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat implementasi Sistem Informasi Desa guna mendukung program unggulan Desa Berdaya. 

Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bertukar praktik baik, mengevaluasi pelaksanaan SID, sekaligus merumuskan arah pengembangan sistem ke depan melalui kolaborasi lintas sektor.

Dalam forum tersebut, Universitas Bumigora hadir dengan delegasi lengkap. Mulai dari Dekan Fakultas Teknik, dosen pendamping lapangan, perwakilan mahasiswa, hingga Tim Helpdesk.

Kehadiran unsur pimpinan, akademisi, mahasiswa, dan tim teknis ini memperlihatkan kesiapan kampus tersebut dalam memperkuat tata kelola data desa berbasis teknologi informasi.

Salah satu narasumber dari Universitas Bumigora, Dr. Galih Hendro Martono, M.Eng, menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan implementasi SID di NTB. 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem data desa yang kuat dan berkelanjutan.

“Program Sistem Informasi Desa ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas layanan publik, transparansi pemerintahan desa, serta akurasi perencanaan pembangunan. Kami yakin program ini akan berhasil apabila terus didukung oleh seluruh pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemanfaatan data secara optimal. Data yang telah dihimpun melalui SID, kata dia, tidak cukup hanya menjadi arsip administratif, tetapi perlu diolah lebih lanjut melalui pendekatan data mining. Dengan analisis yang tepat, pemerintah dapat memetakan kebutuhan masyarakat, memprediksi arah pembangunan, hingga menetapkan kebijakan prioritas secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, mulai dari Bappeda NTB, Diskominfotik NTB, perwakilan pemerintah desa, hingga akademisi dari Universitas Mataram dan Universitas Bumigora.

Melalui partisipasi aktif ini, Universitas Bumigora kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah. 

Terutama dalam pengembangan teknologi informasi serta pemanfaatan data untuk mendorong kemajuan desa di Nusa Tenggara Barat. (Red)