Disnaker NTB Dorong Hubungan Industrial Harmonis di Sektor Pariwisata

Daftar Isi

RadarBumigora.Com.Loteng – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penerapan regulasi ketenagakerjaan yang tidak hanya patuh terhadap aturan, tetapi juga mampu menciptakan hubungan industrial yang harmonis, aman, dan produktif, khususnya di sektor pariwisata.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Diskusi Implementasi Undang-Undang Ketenagakerjaan di Novotel Lombok Resort & Villas, kawasan Mandalika, Senin (25/5/26).

Kegiatan yang digelar Novotel Lombok tersebut menghadirkan jajaran manajemen hotel, Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, serta Bidang Hubungan Industrial Disnakertrans NTB.

 Diskusi bertujuan membahas penerapan regulasi ketenagakerjaan secara langsung dan kontekstual di lingkungan kerja hotel.

Dalam sambutannya, Aidy menyampaikan apresiasi kepada Novotel Lombok yang dinilai konsisten menjadi salah satu sektor usaha pariwisata penyerap tenaga kerja cukup besar di NTB, terutama di Lombok Tengah. 

Menurutnya, keberadaan hotel tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi salah satu ikon awal kawasan wisata sebelum Mandalika berkembang pesat seperti saat ini.

“Novotel ini sejak dulu menjadi salah satu ikon kawasan wisata di Lombok Tengah dan sampai hari ini masih menjadi pilihan tamu nasional maupun internasional. Kami mengapresiasi karena dunia usaha seperti ini ikut membuka lapangan kerja cukup besar bagi tenaga kerja lokal,” ujar Aidy.

Aidy menambahkan, hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja menjadi kunci bagi sektor pariwisata agar tetap produktif dan kompetitif. Penerapan regulasi ketenagakerjaan, menurutnya, harus sejalan dengan kebutuhan dunia usaha dan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, pihak Novotel Lombok menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan praktik ketenagakerjaan sesuai peraturan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan melalui tenaga kerja lokal.

Diskusi ini menjadi ajang bertukar informasi dan praktik terbaik (best practices) dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan profesional di sektor pariwisata NTB. (Red).