Disnakertrans NTB Lepas Peserta Magang Jepang

Daftar Isi

 


RadarBumigora.Com.Mataram – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB melepas 22 peserta program magang ke Jepang yang difasilitasi LPKS Bali Tosha Lombok Kochi Group di Hotel Lombok Garden, Jumat (22/5/2026). Para peserta dijadwalkan berangkat bulan ini untuk bekerja sekaligus menimba pengalaman dan keterampilan di Negeri Sakura.

Pelepasan dilakukan langsung Kepala Disnakertrans NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak peserta magang. Suasana berlangsung penuh haru dan semangat karena dihadiri orang tua peserta, pihak sekolah, mitra perusahaan, jajaran Disnakertrans NTB, hingga perwakilan perbankan mitra program.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU program belajar bahasa Jepang secara daring antara Bali Tosha Lombok Kochi Group dan SMAN 1 Gerung. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari penguatan penyiapan calon tenaga kerja migran sejak dini.

Aidy Furqan mengapresiasi kesiapan peserta yang dinilai telah dibekali kemampuan bahasa, disiplin, serta kesiapan mental sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Menurutnya, program magang luar negeri bukan sekadar penempatan tenaga kerja, tetapi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) NTB agar memiliki daya saing global.

“Jepang menjadi salah satu negara tujuan strategis karena peluang pengembangan kompetensi dan budaya kerja modern sangat besar. Saya bangga melihat adik-adik semua siap berangkat membawa nama baik NTB,” ujarnya.

Ia mengingatkan peserta magang agar mampu menjaga disiplin dan etika selama bekerja di Jepang. Selain bekerja, peserta juga diminta menjadi duta budaya daerah dengan memperkenalkan tradisi, keramahan masyarakat, dan potensi NTB kepada masyarakat Jepang.

“Kalian bukan hanya bekerja mencari pengalaman dan penghasilan, tetapi juga membawa identitas daerah. Ceritakan budaya kita kepada masyarakat Jepang,” katanya.

Menurut Aidy, Pemprov NTB saat ini tengah melakukan transformasi penyiapan tenaga kerja migran melalui integrasi pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga penguatan penguasaan bahasa asing dan karakter.

Salah satu langkah strategis yang sedang disiapkan Disnakertrans NTB adalah pengembangan kelas migran atau kelas global di sekolah-sekolah. Program itu diharapkan mampu membekali siswa dengan keterampilan dan orientasi dunia industri internasional sejak dini.

“Kami ingin penyiapan tenaga kerja dilakukan secara sistematis sejak di bangku sekolah. Dunia industri global membutuhkan SDM yang benar-benar siap,” tegasnya.

Selain itu, Disnakertrans NTB juga mendorong penguatan program SMA Double Track agar siswa memiliki keterampilan tambahan dan sertifikasi kompetensi selain ijazah formal.

Sementara itu, Ketua LPKS Bali Tosha Lombok Kochi Group, Abdurahman, S.E., M.M., mengatakan total peserta yang dijadwalkan berangkat sebenarnya mencapai 25 orang. Namun, tiga peserta telah lebih dulu diberangkatkan atas permintaan perusahaan penerima di Jepang.

Menurutnya, pelepasan peserta bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat rasa kekeluargaan sebelum peserta bekerja di luar negeri. Seluruh peserta, kata dia, telah dibekali kemampuan bahasa Jepang, disiplin, mental, dan etika kerja agar siap menghadapi budaya kerja Jepang yang ketat dan menjunjung tinggi ketepatan waktu.(Red).