Madrasah Hebat, Lulusan Siap Mendunia, MAN 1 Mataram Tunjukkan Prestasi
RadarBumigora.Com.Mataram — MAN 1 Kota Mataram resmi melepas 317 siswa angkatan 2025-2026 dalam gelaran Temu Pisah Kenang Ke-60 ZENITHRA. Acara yang mengusung tema “Maju, Berprestasi, dan Mendunia” ini berlangsung di Hotel Lombok Raya, Kamis (7/5/2026), menjadi bukti nyata bahwa madrasah kini bukan lagi pilihan kedua, melainkan kawah candradimuka lahirnya pemimpin masa depan.
Hadir memberikan restu dan motivasi, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB, Dr. H. Zamroni Aziz, S.HI., MH, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha H. Fathurrahman, SH, dan Kepala Kankemenag Kota Mataram H. Hamdun, M.Hi., MH. Kehadiran pimpinan Kemenag ini menegaskan MAN 1 Kota Mataram sebagai etalase pendidikan madrasah yang membanggakan NTB.
Kepala MAN 1 Kota Mataram, H. Lalu Muhammad Syauki, MS., M.Pd, menyebutkan acara ZENITHRA ke-60 dihadiri 450 peserta, terdiri dari 317 lulusan, serta perwakilan wali murid, dewan guru, dan karyawan.
“Alhamdulillah, lulusan MAN 1 tahun ini banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri favorit, termasuk Politeknik Pariwisata. Ini bukti madrasah mampu bersaing. Anak-anak kami tidak hanya kuat agama, tapi juga unggul di sains dan siap mendunia,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tema “Maju, Berprestasi, dan Mendunia” bukan sekadar slogan. Tema ini menjadi blueprint MAN 1 Mataram di bawah kepemimpinannya: mendorong siswa berpikir global, berkarakter Qur’ani, dan siap menjadi solusi bagi bangsa.
Momen paling menggetarkan terjadi saat Dr. H. Zamroni Aziz naik ke panggung. Di hadapan ratusan wali murid dan lulusan, Kakanwil menyampaikan terima kasih yang mendalam.
“Atas nama Kanwil Kemenag NTB, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu wali siswa yang telah mempercayakan putra-putrinya dididik di MAN 1 Mataram. Percayalah, hari ini madrasah berbeda dengan lembaga lain,” tegasnya.
H. Zamroni juga mengungkap fakta yang membuat aula bergemuruh tepuk tangan.
“Kami yakin tidak ada siswa madrasah yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Bahkan, ada siswa dari Kota Mataram yang akan mengikuti International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch-5 di Malaysia, Singapura, dan Thailand pada 11-16 Mei mendatang. Dia mewakili NTB, bahkan Indonesia, di kancah dunia. Dan dia lahir dari madrasah NTB!”
Menurutnya, madrasah adalah kombinasi sempurna antara ilmu sains dan agama. “Di madrasah, siswa akan mendapatkan ilmu sains dan agama. Lengkap. Otak cerdas, hati bercahaya,” tambah H. Zamroni.
Suasana makin haru saat Kakanwil berinteraksi langsung dengan para lulusan, salah satunya terlihat sujud dan mencium kaki ibunya di atas panggung. Dengan gaya komunikatif, H. Zamroni memberikan suntikan semangat dan keberkahan.
“Anak-anakku, ketika kuliah nanti, jangan lupa guru-guru kalian. Jangan lupa madrasah tempat kalian menimba ilmu. Bawa nama baik almamater. Tunjukkan karakter mahasiswa dari madrasah. Inilah karakter alumni MAN 1 Mataram,” pesannya.
Ia meyakinkan, lulusan madrasah memiliki nilai lebih. “Selamat jalan. Sukses selalu. Insyaallah kalian akan menjadi pemimpin masa depan, berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Lulusan madrasah selalu dibutuhkan masyarakat, karena kelebihannya berbeda dari tempat lain.”
ZENITHRA ke-60 bukan akhir, melainkan gerbang awal. Dari 317 lulusan yang dilepas, akan lahir dokter, insinyur, guru besar, pengusaha, birokrat, dan ulama yang membawa nilai madrasah ke seluruh penjuru negeri.
Para wali murid tak kuasa menahan haru. “Tiga tahun lalu kami titipkan anak masih polos. Hari ini kami jemput mereka sudah dewasa, berakhlak, dan punya arah. Terima kasih MANSA,” ujar salah satu wali murid dengan mata berkaca.
Bagi guru dan karyawan, ZENITHRA adalah kado atas dedikasi. Bagi masyarakat, ini bukti MAN 1 Kota Mataram layak menjadi pilihan utama. Madrasah hebat, bermartabat, dan siap mendunia.
Selamat jalan angkatan ZENITHRA ke-60. Langit bukan batas. Dunia menantimu. Buktikan: dari madrasah lahir generasi yang maju, berprestasi, dan mendunia. Majulah MAN 1 Kota Mataram. Madrasah Mandiri Berprestasi.(Red).
