Siapkan SDM Energi Terbarukan, SMKN 3 Mataram Jadi TUK PLTS
RadarBumigora.Com.Mataram – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Energi Nusantara memperkuat sinergi dengan SMK Negeri 3 Mataram dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). Hasil pertemuan kedua pihak, Selasa (12/5/2026), menetapkan SMKN 3 Mataram sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk skema sertifikasi pemasangan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap.
Kunjungan kerja yang berlangsung di Gedung SMKN 3 Mataram, Jalan Pendidikan Nomor 47, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang itu disambut langsung Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris. Hadir pula Ketua LSP Energi Nusantara, Safria Sahlan, S.T., M.T.
Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi siswa dan tenaga kerja di bidang Teknik Energi dan Lingkungan serta Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU). Program ini sekaligus mendukung pengembangan kompetensi energi surya, hidro, dan angin yang kini semakin dibutuhkan dalam industri energi terbarukan.
Dalam pertemuan tersebut, LSP Energi Nusantara menawarkan dua skema sertifikasi utama. Yakni Pelaksana Pemasangan dan Pembangunan PLTS Atap serta Pelaksana Kelistrikan Pemasangan dan Pembangunan PLTS Atap.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi peluang besar bagi siswa untuk memiliki kompetensi tambahan selain ijazah formal.
“Kami menyambut sangat baik kerja sama ini karena memiliki visi dan misi yang sama, yakni mencetak SDM unggul dan Indonesia kompeten. Ini kami persembahkan untuk NTB agar generasi muda memiliki bekal kuat memasuki dunia kerja,”Ucapnya.
Sulman menegaskan, sertifikat kompetensi kini menjadi kebutuhan penting di dunia industri. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan fasilitas dan program yang mampu meningkatkan daya saing lulusan.
“Ke depan, lulusan tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka juga harus memiliki sertifikat kompetensi agar lebih siap bersaing di dunia kerja, khususnya sektor energi terbarukan yang terus berkembang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua LSP Energi Nusantara, Safria Sahlan mengatakan program sertifikasi ini merupakan bagian dari Program 1 Juta Sertifikasi Kompetensi untuk Anak Bangsa Tahun 2026.
Program tersebut diharapkan mampu membuka akses lebih luas bagi generasi muda untuk mendapatkan pengakuan kompetensi sesuai kebutuhan industri nasional.
“Pengembangan sektor EBT membutuhkan tenaga kerja profesional dan kompeten. Karena itu, sertifikasi menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM Indonesia,” katanya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap pelaksanaan sertifikasi kompetensi dapat berjalan optimal dan memberi kontribusi nyata terhadap percepatan transisi energi nasional sekaligus menciptakan tenaga kerja Indonesia yang profesional, unggul, dan kompeten. (Red).
