Kunjungan Mahasiswa Jerman, SMAN 3 Mataram Kian Mantap Jadi Sekolah Rujukan Bahasa Jerman

Daftar Isi

RadarBumigora.Com.Mataram – SMAN 3 Mataram semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu sekolah rujukan pembelajaran bahasa Jerman di Nusa Tenggara Barat. Hal ini terlihat dari kunjungan dua mahasiswa Universitas Kassel, Jerman, Zehra Demerezen dan Emma Feik, yang tengah menjalani program pertukaran di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram.

Kedua mahasiswa tersebut berada di Indonesia melalui skema CHANGES Project yang didanai oleh DAAD. Dalam rangka program tersebut, mereka melakukan kunjungan akademik ke SMAN 3 Mataram sebagai bagian dari pengenalan sistem pendidikan di Indonesia sekaligus penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan.

Kepala SMAN 3 Mataram, Yuspita Martiningrum, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tersebut. 

Menurutnya, kehadiran mahasiswa asal Jerman ini menjadi penguat bagi program internasionalisasi yang telah lama dijalankan sekolah, khususnya melalui program PASCH (Schulen: Partner der Zukunft).

“Alhamdulillah, kita berterima kasih atas kunjungan ke SMAN 3 Mataram. Di Smanti sendiri ada program PASCH (Schulen Partner der Zukunft),” ungkapnya.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut menjadi motivasi tambahan bagi para siswa untuk semakin meningkatkan kemampuan bahasa Jerman. SMAN 3 Mataram, kata dia, menargetkan agar identitas sekolah kuat melekat sebagai sekolah berbasis bahasa Jerman.

“Kami ingin bahasa Jerman melekat di sekolah. Ketika orang menyebut bahasa Jerman, langsung tertuju ke SMAN 3 Mataram. Terbukti dengan adanya kunjungan mahasiswa asal Jerman ini,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa setiap tahun SMAN 3 Mataram menerima guru asal Jerman yang terlibat dalam program PASCH. Kehadiran para pengajar tersebut turut memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa.

“Guru yang datang dari Jerman pada program PASCH biasanya menginap di rumah guru SMAN 3 Mataram selama mengajar,”tambahnya.

Di tempat yang sama, Rudyat Telly Savalas dari bagian kerja sama FKIP Universitas Mataram menjelaskan bahwa program pertukaran ini merupakan bagian dari upaya strategis kampus dalam memperluas jejaring akademik internasional.

Selain itu, program ini juga memberikan pengalaman lintas budaya bagi mahasiswa asing yang belajar di Unram.

Dalam kunjungan ke SMAN 3 Mataram, Zehra dan Emma berkesempatan melihat langsung proses pembelajaran di kelas, berinteraksi dengan siswa, serta mengenal lebih dekat sistem pendidikan di tingkat sekolah menengah di Indonesia.

"Apalagi saya tahu di SMAN 3 Mataram memiliki program PASCH makanya saya langsung mengarahkan kesini,"Ujarnya 

Untuk diketahui bahwa, Program CHANGES Project sendiri merupakan salah satu inisiatif kerja sama internasional yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta penguatan kapasitas pendidikan antara Indonesia dan Jerman.

Oleh karena itu, pihaknya  berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan semakin banyak mahasiswa asing yang tertarik mengikuti program pertukaran di Mataram, khususnya di Universitas Mataram. (Red).