Pengawas Bina KCD Dikpora Tinjau AAS di SMKN 3 Mataram, Pelaksanaan Tertib dan Aman
RadarBumigora.Com.Mataram – Untuk memastikan pelaksanaan Asesmen Akhir Semester (AAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang memasuki hari ketiga, Kamis (4/6), Pengawas Bina KCD Dikpora turun langsung meninjau pelaksanaan AAS di SMKN 3 Mataram guna memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.
Pengawas Bina KCD Dikpora, H. Ulil Amry, didampingi Kepala SMKN 3 Mataram Sulman Haris serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum I Komang Yogi Sukmantara, melakukan peninjauan ke seluruh laboratorium yang digunakan sebagai ruang pelaksanaan asesmen.
Pemeriksaan dilakukan mulai dari kesiapan perangkat ujian seperti komputer, PC, laptop, dan tablet, hingga memastikan kehadiran proktor, pengawas ruang, serta peserta asesmen di setiap ruangan.
Dari hasil pemantauan, pelaksanaan AAS di SMKN 3 Mataram terpantau berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala berarti. Selain itu, sekolah juga dinilai mampu mengelola asesmen berbasis teknologi informasi dengan baik, mengingat kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan AAS tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim sekolah yang solid sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Pelaksanaan AAS ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan dua kali dalam setahun. Kunci utamanya adalah kerja sama tim yang solid, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Pihaknya menegaskan tidak ada satu pun peserta didik yang dibiarkan tidak mengikuti asesmen tanpa solusi dari sekolah.
Dengan demikian, pelaksanaan AAS Genap 2025/2026 di SMKN 3 Mataram diharapkan dapat terus berlangsung lancar hingga hari terakhir pelaksanaan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, I Komang Yogi Sukmantara, menjelaskan bahwa pelaksanaan AAS dilakukan dengan sistem pengacakan peserta dari berbagai kelas. Pola tersebut diterapkan untuk meminimalisasi potensi kecurangan sekaligus memperkuat interaksi antarsiswa.
“Kami sengaja mengacak peserta dari semua kelas agar tidak terjadi kecurangan seperti saling bertukar jawaban. Selain itu, pola ini juga membuat siswa yang sebelumnya tidak saling mengenal menjadi lebih akrab setelah beberapa hari berada dalam satu ruangan ujian,” jelasnya.
Pengawas Bina KCD Dikpora, H. Ulil Amry, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan AAS berbasis teknologi informasi yang diterapkan di SMKN 3 Mataram.
Menurutnya, sistem yang digunakan sudah berjalan baik dan perlu terus ditingkatkan terutama pada aspek kualitas instrumen soal.
“Pemanfaatan teknologi informasi dalam proses asesmen di sekolah ini sudah sangat baik. Ke depan, akan lebih optimal jika dipadukan dengan soal-soal uraian yang dapat mengukur kemampuan berpikir kritis, literasi, dan numerasi siswa secara lebih mendalam,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap peserta didik yang tidak dapat mengikuti asesmen karena kendala tertentu.
Menurutnya, sekolah perlu memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan hak yang sama melalui mekanisme ujian susulan maupun kunjungan rumah (home visit).
“Sekolah harus memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam asesmen. Jika ada kendala, bisa dilakukan home visit atau ujian susulan agar semua tetap terfasilitasi dengan baik,”(Red).
