Jangan Peruncing Polemik, AMAN Sumbawa Minta Tim Hotman 911 dan Aktivis Berdialog

Daftar Isi

RadarBumigora.Com.Mataram– Mantan Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Daerah Sumbawa periode 2009-2019, Dr. Jasardi Gunawan, meminta polemik antara Tim Hotman Paris 911, Putri Maya Rumanti, dengan sejumlah aktivis di Nusa Tenggara Barat (NTB) segera diakhiri.

Jasardi mendorong seluruh pihak yang terlibat mengedepankan dialog dan komunikasi yang baik. Menurutnya, persoalan yang berkembang di ruang publik maupun media sosial tidak perlu terus dipertajam karena justru berpotensi merugikan semua pihak dan mencoreng citra NTB.

"Saya menilai ini sebenarnya masalah sederhana, namun bergulir liar di media sosial sehingga membesar. Sebaiknya kedua pihak menahan diri di media sosial dan bisa berkomunikasi dengan kepala dingin," kata Jasardi, Sabtu (25/7/2026).

Penggiat budaya Sumbawa itu menilai, polemik yang terus berlarut-larut dikhawatirkan memberikan dampak lebih luas. Bukan hanya kepada pihak-pihak yang berselisih, tetapi juga terhadap masyarakat NTB secara umum.

Ia mengingatkan, NTB selama ini dikenal sebagai daerah yang aman, ramah, dan terbuka terhadap investasi. Karena itu, setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi, bukan dengan saling menyerang di ruang publik maupun media sosial.

"Jangan sampai persoalan ini terus melebar. Kita harus sama-sama menjaga nama baik daerah. Setiap persoalan bisa diselesaikan dengan musyawarah dan komunikasi yang baik," ujarnya.

Jasardi juga melihat kehadiran Tim Hotman Paris 911 di NTB secara objektif. Menurut dia, tim tersebut datang dengan tujuan memberikan pendampingan dan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga menilai persoalan bantuan untuk korban santri sebenarnya telah mendapatkan penjelasan. Karena itu, menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu kembali berkembang menjadi berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

"Tim Hotman 911 kan sudah pernah juga melakukan pendampingan serta perhatian serupa ketika ada kasus Radit. Artinya mereka datang ke NTB dengan maksud yang baik. Soal bantuan untuk korban santri juga saya pikir sudah jelas, bahwa bantuan itu pasti disalurkan, hanya saja menunggu waktu kapan Tim Hotman 911 bisa datang langsung sesuai permintaan orang tua korban," ujarnya.

Di sisi lain, Jasardi berharap seluruh pihak melakukan introspeksi atas polemik yang terjadi.

Ia meminta ruang dialog dibuka seluas-luasnya untuk meluruskan berbagai kesalahpahaman yang berkembang.

"Ya mungkin ada salah persepsi dan salah pemahaman dalam berkomunikasi di media sosial. Ada baiknya semua pihak bisa introspeksi dan membuka ruang dialog untuk meluruskan kesalahpahaman ini," katanya.

Menurutnya, komunikasi secara langsung dinilai jauh lebih efektif untuk menyelesaikan persoalan dibandingkan saling menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Sebab, polemik yang terus dipertajam justru berpotensi menimbulkan persoalan baru.

Jasardi kembali mengingatkan agar polemik tersebut tidak sampai berdampak terhadap nama baik NTB. Terlebih, daerah ini tengah berupaya menjaga kepercayaan masyarakat dan iklim investasi.

"Supaya jangan sampai citra NTB jadi terkesan kurang baik dan bisa berdampak bukan saja pada masyarakat, tapi juga iklim investasi di daerah ini," pungkasnya.

Sebelumnya, polemik antara Tim Hotman Paris 911 dan sejumlah aktivis di NTB memuncak dengan aksi unjuk rasa di depan kantor Tim Hotman Paris 911 atau Law Firm Puri & Partners Hotman 911 di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Jumat (24/7/2026).

Dalam aksi tersebut, sejumlah elemen masyarakat menyampaikan kritik terhadap aktivitas Tim Hotman Paris 911 di NTB. Massa mempertanyakan penyaluran bantuan kepada korban, menyoroti unggahan media sosial Putri Maya Rumanti yang dinilai provokatif, serta meminta keberadaan tim tersebut di NTB dievaluasi.

Menanggapi aksi tersebut, Putri Maya Rumanti membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah menghina masyarakat maupun tokoh NTB.

Putri juga menyatakan persoalan bantuan kepada korban telah diselesaikan bersama pihak keluarga korban. Selain itu, ia memastikan tidak ada kantor Tim Hotman Paris 911 di Mataram yang disegel sebagaimana isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.(Red)