KKN Unram Perkuat Promosi Agrowisata Sembalun Berbasis Digital
RADARBUMIGORA.Com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) mendorong percepatan digitalisasi sektor agrowisata di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi pemanfaatan Google Maps sebagai media pemetaan sekaligus sarana promosi digital bagi lahan-lahan agrowisata yang dikelola masyarakat.
Program ini menjadi salah satu langkah untuk menjawab persoalan masih banyaknya lokasi agrowisata di Sembalun Lawang yang belum terpetakan secara digital. Akibatnya, wisatawan kerap mengalami kesulitan menemukan lokasi destinasi pertanian yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Ketua KKN Unram Desa Sembalun Lawang, Dani Kusuma mengatakan, desa tersebut memiliki kekayaan potensi agrowisata yang didukung komoditas pertanian unggulan serta panorama alam yang menjadi daya tarik wisata.
Namun, belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu hambatan dalam memperluas promosi destinasi.
"Desa Sembalun Lawang memiliki potensi agrowisata yang besar, baik dari komoditas pertanian maupun keindahan alamnya. Namun, sebagian lokasi lahan agrowisata masih belum terpetakan secara digital sehingga wisatawan cukup kesulitan untuk menemukan lokasinya," ujar Dani.
Melalui program kerja KKN, mahasiswa memberikan pelatihan kepada para petani mengenai pemanfaatan Google Maps sebagai media informasi sekaligus promosi. Edukasi tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari menentukan titik koordinat lokasi hingga menambahkan informasi pendukung yang dibutuhkan calon pengunjung.
"Kita memberikan materi edukasi yang meliputi cara menentukan titik koordinat lokasi, menambahkan lokasi lahan agrowisata ke dalam peta digital, hingga melengkapi informasi pendukung seperti nama lokasi, foto, dan deskripsi singkat. Informasi tersebut penting untuk memberikan gambaran kepada calon pengunjung sebelum mendatangi lokasi," jelasnya.
Tidak hanya memberikan materi, mahasiswa KKN juga mendampingi para petani secara langsung dalam proses pemetaan lokasi. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat mampu memahami proses digitalisasi tersebut dan nantinya dapat mengelola informasi lokasi agrowisata secara mandiri.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari para petani. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dan aktif berdiskusi mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan usaha agrowisata yang mereka kelola.
Dengan tercantumnya lokasi agrowisata di Google Maps, para petani berharap wisatawan akan lebih mudah menemukan dan mengakses destinasi pertanian di Desa Sembalun Lawang. Kehadiran lokasi tersebut pada platform digital juga diyakini mampu memperluas jangkauan promosi sehingga potensi wisata desa semakin dikenal masyarakat luas.
Selain meningkatkan kemudahan akses informasi, digitalisasi lokasi agrowisata diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat pengembangan potensi desa berbasis teknologi. Kemudahan memperoleh informasi secara daring diyakini akan meningkatkan visibilitas destinasi, memperluas promosi, sekaligus membuka peluang bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan.
Peningkatan kunjungan tersebut diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang mengembangkan lahan pertanian menjadi destinasi agrowisata.
Mahasiswa KKN Unram juga berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi terus diperkuat agar pengembangan agrowisata di Sembalun Lawang dapat berlangsung secara berkelanjutan.
"Dengan sinergi, pengembangan agrowisata Desa Sembalun Lawang diharapkan tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu tumbuh secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital," tutup Dani. (Red).
