Peluang Wakil Bupati Lobar Menguat, Pengamat Ungkap Syarat Sosok Pendamping UNA

Daftar Isi

RADARBUMIGORA.Com – Wacana pengisian kursi Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) mulai mencuat seiring dinamika politik dan proses hukum yang melibatkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 Kondisi tersebut membuat Wakil Bupati Lobar Ummi Nurul Adha (UNA) menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lobar.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Ihsan Hamid, menilai peluang pengisian jabatan Wakil Bupati Lobar sangat terbuka, mengingat masa jabatan yang tersisa masih cukup panjang.

Namun, proses tersebut tetap bergantung pada aturan perundang-undangan serta dinamika politik antarpartai pengusung.

Ihsan menjelaskan, mekanisme pengisian jabatan kepala daerah maupun wakil kepala daerah telah diatur dalam sejumlah regulasi.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, serta Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018.

Menurutnya, aturan tersebut memberikan batasan waktu terkait pengisian jabatan wakil kepala daerah.

Jika masa jabatan yang tersisa masih lebih dari 18 bulan, maka pengisian wakil kepala daerah dapat dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan. Sementara apabila masa jabatan tersisa kurang dari 18 bulan, maka tidak diwajibkan dilakukan pengisian.

“Kalau masih di atas 18 bulan, maka ada mekanisme pengisian wakil bupati. Partai politik pengusung akan mengusulkan calon untuk kemudian dipilih melalui DPRD sesuai aturan yang berlaku,” kata Ihsan.

Ia memperkirakan, dengan kondisi Lombok Barat saat ini, peluang pengisian kursi Wakil Bupati masih cukup besar. Apalagi, masa jabatan pemerintahan daerah tersebut masih menyisakan waktu lebih dari tiga tahun.

“Kalau melihat sisa masa jabatan, ini masih memungkinkan dilakukan pengisian. Nantinya proses politik akan sangat menentukan, apakah berjalan cepat atau justru terjadi tarik ulur kepentingan antarpartai,” ujarnya.

Ihsan menyebut, partai politik pengusung memiliki peran penting dalam menentukan figur yang akan diajukan. Dengan komposisi 45 kursi DPRD Lombok Barat, komunikasi politik menjadi faktor utama dalam menentukan dua nama calon wakil bupati.

“Politik itu tidak selalu berjalan berdasarkan pola yang baku. Yang terjadi adalah pertemuan kepentingan dan kesepakatan. Siapa yang mampu membangun komunikasi politik, memiliki peluang lebih besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Ihsan menilai sosok yang akan mendampingi Ummi Nurul Adha (UNA) tidak cukup hanya memiliki kekuatan politik.

Figur tersebut harus mampu membantu menjalankan pemerintahan sekaligus menjadi perekat masyarakat Lombok Barat.

Menurutnya, kondisi Lombok Barat yang memiliki karakter wilayah dan sosial yang beragam membutuhkan wakil kepala daerah dengan kemampuan komunikasi serta manajerial yang kuat.

“Wakil bupati harus memiliki kemampuan manajerial, terutama dalam mengkomunikasikan berbagai tugas pemerintahan. Selain itu, harus mampu menjadi jembatan dan perekat sosial masyarakat,” katanya.

Ia menilai, figur pendamping UNA idealnya merupakan sosok yang mampu diterima berbagai lapisan masyarakat, baik dari wilayah selatan, utara, maupun kawasan tengah Lombok Barat.

“Lombok Barat membutuhkan figur yang bisa menyatukan berbagai kelompok. Bukan hanya representasi politik, tetapi juga memiliki kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Selain kemampuan birokrasi dan sosial, Ihsan juga menyebut faktor kemampuan finansial menjadi salah satu aspek yang tidak dapat dilepaskan dari realitas politik. Menurutnya, kontestasi politik membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi.

Terkait figur yang berpeluang mengisi kursi Wakil Bupati Lobar, Ihsan menegaskan hingga kini masih sangat dinamis. Semua partai pengusung memiliki peluang sepanjang mampu membangun komunikasi dan mencapai kesepakatan politik.

“Dalam politik tidak ada kepastian mutlak. Yang ada adalah kepentingan dan kesepakatan. Nantinya siapa yang paling mampu menjembatani kepentingan tersebut, peluangnya akan lebih besar,”(Red).