SMKN 3 Mataram Gandeng Daikin Tingkatkan Kompetensi Guru
RadarBumigora.com, Mataram – SMKN 3 Mataram terus memperkuat sinergi dengan dunia industri guna meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggandeng PT Daikin Airconditioning Indonesia melalui program pelatihan bertajuk DAIKIN Goes to SMKN 3 Mataram "Multi-S Installation". Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Juni 2026, tersebut resmi dibuka di Ruang Rapat Utama SMKN 3 Mataram, Senin (29/6/2026).
Kegiatan diikuti para guru dan dihadiri jajaran manajemen sekolah serta tim instruktur dari PT Daikin Airconditioning Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari langkah strategis sekolah dalam menyelaraskan kompetensi tenaga pendidik dengan perkembangan teknologi Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) yang kini semakin berkembang dan banyak diterapkan di dunia industri.
Wakil Kepala SMKN 3 Mataram Bidang Humas, Khairil Anwar, yang mewakili kepala sekolah, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Daikin Airconditioning Indonesia yang terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah vokasi.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan PT Daikin Indonesia yang secara konsisten hadir dalam penguatan kompetensi guru. Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan pembelajaran di sekolah selalu relevan dengan kebutuhan industri," ujarnya.
Menurut Khairil, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Karena itu, kolaborasi antara sekolah dengan industri harus terus diperkuat agar proses pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan teknologi.
Sementara itu, perwakilan PT Daikin Airconditioning Indonesia, Made Adi Gunadama, mengatakan pelatihan tersebut merupakan implementasi nyata dari kerja sama yang telah terjalin antara perusahaan dengan SMKN 3 Mataram.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya dalam penguatan kompetensi guru di bidang teknologi tata udara," jelasnya.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai instalasi sistem Multi-S, mulai dari teori hingga praktik yang mengacu pada standar industri.
Materi tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan dan kemampuan guru sehingga mampu mentransfer pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja kepada para siswa.
Kegiatan ditutup dengan penyematan tanda peserta pelatihan secara simbolis dan sesi foto bersama. Antusiasme para guru terlihat sepanjang pelatihan sebagai bentuk komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi serta menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi industri.(Red).
