SMKN 3 Mataram Jadi Pilot Vokasi Masa Depan, Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI Mulai Masuk Ruang Kelas

Daftar Isi

RadarBumigora.Com.Mataram— Transformasi pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Barat terus bergerak. SMK Negeri 3 Mataram kini mengambil peran sebagai salah satu sekolah penggerak perubahan setelah resmi ditetapkan sebagai SMK Model Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (PM), Koding, dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Status baru tersebut menjadi tonggak penting bagi SMKN 3 Mataram dalam menyiapkan lulusan vokasi yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.

Sebagai langkah awal, SMKN 3 Mataram menggelar Rapat Penyusunan Program Kerja Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (22/7) lalu. Kegiatan yang diikuti seluruh pendidik dan tenaga kependidikan itu mengusung tema “Transformasi Kinerja untuk Mewujudkan Pendidikan Vokasi yang Berkualitas, Relevan, dan Berkelanjutan.”

Rapat kerja tersebut menjadi ruang strategis untuk mengevaluasi capaian program sebelumnya sekaligus menyusun arah kebijakan sekolah dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan vokasi.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Syamsul Hadi. Penetapan SMKN 3 Mataram sebagai SMK Model mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 24 Tahun 2026.

Menurut Syamsul Hadi, perkembangan teknologi harus menjadi peluang besar bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah vokasi. Guru dituntut mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif peserta didik.

Ia mendorong para pendidik agar mulai mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial dalam proses pembelajaran sehingga lulusan SMK semakin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Sekolah harus mampu membaca data dan menjadikannya sebagai dasar dalam menentukan program. Dengan begitu, setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan dan tantangan pendidikan saat ini,” pesan Syamsul.

Selain penguatan inovasi pembelajaran, Kadis Dikpora NTB juga menekankan pentingnya pengelolaan kinerja sekolah berbasis data. Menurutnya, data menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap program yang dijalankan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, menegaskan bahwa status sebagai SMK Model merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja bersama seluruh warga sekolah.

Menurutnya, rapat kerja tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memastikan seluruh program sekolah berjalan sesuai arah perkembangan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

“Rapat kerja ini menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi capaian sekolah sekaligus menyusun program strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Terlebih, status sebagai SMK Model merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui inovasi dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sulman menambahkan, transformasi pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan seluruh elemen sekolah. Guru dan tenaga kependidikan menjadi kunci utama dalam memastikan implementasi PM, Koding, dan KKA benar-benar diterapkan secara konsisten.

“Transformasi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan komitmen bersama seluruh keluarga besar SMKN 3 Mataram agar implementasi PM, Koding, dan KKA dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik,” katanya.

Dalam rapat kerja tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas. Mulai dari pemaparan hasil analisis Rapor Pendidikan oleh Kepala Bina SMK Negeri 3 Mataram, H. Ulil Amry, pengelolaan kinerja sekolah, hingga penyusunan rencana tindak lanjut implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA.

SMKN 3 Mataram juga menyiapkan sejumlah program unggulan untuk memperkuat posisinya sebagai sekolah vokasi rujukan.

Di antaranya penguatan Teaching Factory (TEFA), penerapan pendekatan STEM, kolaborasi pembelajaran lintas mata pelajaran, penguatan literasi dan numerasi, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pengembangan media pembelajaran, materi ajar, dan asesmen.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bentuk kesiapan menjalankan implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial secara berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, SMKN 3 Mataram menegaskan diri sebagai salah satu pionir pendidikan vokasi masa depan di NTB. Sekolah ini tidak hanya menargetkan lulusan yang terampil secara teknis, tetapi juga generasi yang mampu berpikir inovatif, menguasai teknologi, serta siap bersaing di tengah perubahan industri global.

Status sebagai SMK Model PM, Koding, dan KKA menjadi modal besar bagi SMKN 3 Mataram untuk menjadi pusat pengembangan pembelajaran vokasi modern sekaligus rujukan transformasi pendidikan di NTB. (Red)