SMKN 3 Mataram Terapkan Zero Tolerance, Orang Tua Diajak Kawal Karakter Siswa
RadarBumigora.Com.Mataram – SMK Negeri 3 Mataram memperkuat kolaborasi dengan orang tua dalam membentuk karakter peserta didik sejak awal tahun ajaran baru.
Melalui kegiatan Masa Pengenalan Peluang dan Tantangan Sekolah (MPPTS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di aula sekolah, Kamis (16/7/2026), manajemen sekolah menegaskan penerapan kebijakan zero tolerance terhadap berbagai bentuk pelanggaran disiplin.
Kegiatan yang dihadiri hampir 600 orang tua dan wali murid baru itu dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 14.30 Wita yang diikuti orang tua murid dari tujuh konsentrasi keahlian, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 16.00 Wita untuk enam konsentrasi keahlian lainnya.
MPPTS menjadi forum awal untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan vokasi.
Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai kebijakan sekolah, budaya kerja, hingga peluang dan tantangan yang akan dihadapi siswa selama belajar di SMKN 3 Mataram.
Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, mengatakan tingginya animo masyarakat yang ingin bersekolah di SMKN 3 Mataram merupakan amanah yang harus dijaga bersama.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan profil sekolah, sejarah berdiri, visi dan misi, inovasi, sumber daya, hingga berbagai prestasi yang telah diraih.
Ia juga menyampaikan hasil evaluasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 yang menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.
"Kepercayaan masyarakat kepada SMKN 3 Mataram harus dijawab dengan komitmen bersama antara sekolah dan orang tua untuk membentuk peserta didik yang berkarakter, disiplin, dan berprestasi," ujar Sulman.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, sekolah menerapkan kebijakan Zero Tolerance terhadap berbagai pelanggaran berat, seperti merokok, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, perjudian termasuk judi online, serta berbagai tindak kriminal lainnya.
"Peserta didik yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut akan dikembalikan kepada orang tua sesuai komitmen yang telah disepakati bersama. Karena itu kami berharap orang tua ikut mengawal karakter anak sejak dari rumah," tegasnya.
Selain penegakan disiplin, Sulman juga mengingatkan pentingnya menjaga motivasi belajar siswa agar mampu berkembang sesuai kompetensi keahlian yang dipilih dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Komite SMKN 3 Mataram, H. Lukman Hakim, mengajak seluruh orang tua mensyukuri kesempatan putra-putrinya yang berhasil diterima di sekolah tersebut.
Menurutnya, persaingan masuk SMKN 3 Mataram sangat ketat dengan rasio pendaftar mencapai sekitar 3,5 banding 1 di setiap jalur penerimaan, baik afirmasi, domisili maupun prestasi rapor.
"Keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah. Peran keluarga sangat besar. Karena itu, bangun komunikasi yang baik dengan anak, dampingi proses belajarnya, dan tanamkan disiplin sejak di rumah," katanya.
Lukman juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pengembangan pendidikan vokasi.
Ditegaskan, peningkatan kualitas SMK tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan pendidikan kejuruan yang semakin berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing," imbuhnya.
Usai sesi pemaparan, para orang tua diajak mengunjungi bengkel masing-masing program keahlian.
Didampingi kepala program keahlian dan kepala bengkel, mereka diperkenalkan dengan fasilitas praktik, kurikulum pembelajaran, kompetensi yang akan dipelajari peserta didik, hingga berbagai produk hasil karya siswa.
Melalui kegiatan MPPTS ini, SMKN 3 Mataram berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, disiplin, dan kondusif sehingga melahirkan lulusan yang berkarakter, kompeten, serta siap memasuki dunia kerja, dunia usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.(Red).

