1.443 Wisudawan UIN Mataram Dikukuhkan, Nanang Samodra Soroti Masa Depan Dana Haji
RADARBUMIGORA.Com – Sebanyak 1.443 wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang berlangsung selama dua hari. Momentum akademik tersebut tidak hanya menjadi ajang pengukuhan para lulusan, tetapi juga diwarnai orasi ilmiah Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. H. Nanang Samodra, K.A., M.Sc., yang menyoroti masa depan pengelolaan dana haji di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk
“Manajemen Dana Umat dan Merawat Masa Depan Ibadah: Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Keuangan Haji di Indonesia.”
Ia menekankan, dana haji tidak semata-mata berkaitan dengan persoalan pengelolaan keuangan. Lebih dari itu, dana tersebut merupakan amanah publik yang harus dikelola secara transparan, akuntabel, profesional, hati-hati, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan dana haji bukan hanya persoalan keuangan, tetapi juga menyangkut amanah publik. Karena itu, prinsip transparansi, akuntabilitas, profesionalitas, kehati-hatian, dan keberlanjutan harus menjadi pijakan utama,” tegas Nanang.
Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi kunci agar manfaat pengelolaan dana haji dapat dirasakan secara optimal. Tidak hanya bagi jamaah yang akan menunaikan ibadah haji saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
Nanang juga menyoroti pentingnya strategi investasi dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan dana haji. Namun, strategi tersebut harus tetap menempatkan aspek keamanan dan kemanfaatan sebagai prioritas.
“Keberlanjutan pengelolaan dana haji membutuhkan tata kelola yang kuat dan strategi investasi yang tepat. Aspek keamanan dan kemanfaatan tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Karena itu, dia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengelola dana haji, perguruan tinggi, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dinilai penting untuk memastikan dana umat dikelola sesuai koridor amanah sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam memberikan gagasan dan kajian. Kita membutuhkan kolaborasi semua pihak agar pengelolaan dana umat tetap amanah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran Nanang dalam prosesi wisuda UIN Mataram sekaligus menjadi ruang bagi para lulusan untuk melihat hubungan antara ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah dengan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Para sarjana tidak hanya diharapkan memiliki kompetensi akademik. Mereka juga dituntut mampu membaca berbagai persoalan strategis dan memberikan kontribusi melalui ilmu serta keahlian yang dimiliki.
Sementara itu, wisuda UIN Mataram tahun ini digelar selama dua hari dengan total 1.443 wisudawan. Pada hari pertama, sebanyak 699 wisudawan dari Program Pascasarjana dan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) dikukuhkan.
Sedangkan pada hari kedua, sebanyak 744 wisudawan dari fakultas lainnya mengikuti prosesi pengukuhan.
Ribuan orang tua dan keluarga turut hadir mendampingi para wisudawan. Suasana haru dan bahagia mewarnai prosesi tersebut.
Momen itu menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan para mahasiswa selama menempuh pendidikan hingga akhirnya menyandang gelar akademik.
Wisuda tersebut pun tidak berhenti sebagai seremoni pengukuhan lulusan. Orasi ilmiah Nanang Samodra tentang masa depan dana haji menjadi pesan penting agar ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dapat diarahkan untuk menjawab persoalan umat dan bangsa.
Para lulusan UIN Mataram diharapkan tidak hanya membawa pulang ijazah dan gelar akademik. Lebih dari itu, mereka diharapkan membawa gagasan, integritas, serta semangat untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Red).
