Lewat Pemilihan OSIM, KPU Lotim Edukasi 362 Santri soal Demokrasi

Daftar Isi

RADARBUMIGORA.Com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda. Kali ini, KPU menyasar lingkungan madrasah melalui program Generasi Demokrasi (Gen-D) yang dirangkaikan dengan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Hamzanwadi NWDI Pancor, Kamis (27/8/2026).

Sebanyak 362 santri dan santriwati mengikuti kegiatan edukasi kepemiluan tersebut. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WITA dengan menghadirkan Ketua KPU Lombok Timur, Ada Suci Makbullah, sebagai narasumber utama.

Dalam kesempatan itu, Ada Suci menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak berada di bangku pendidikan. 

Lingkungan madrasah menjadi ruang strategis untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan demokrasi secara langsung.

Ia juga mengaitkan prinsip demokrasi dengan nilai-nilai keagamaan yang telah diajarkan kepada para santri. Demokrasi Pancasila, kata dia, memiliki keterkaitan dengan prinsip musyawarah sebagaimana termuat dalam Al-Qur'an Surah Asy-Syura ayat 38.

"Demokrasi Pancasila pada hakikatnya merupakan pengejawantahan dari ajaran Al-Qur'an, khususnya prinsip musyawarah. Setiap persoalan maupun keputusan hendaknya dibicarakan dan diselesaikan melalui musyawarah,"Ungkap Ada Suci yang juga Mantan Ketua Umum PC PMII Lotim.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya sebatas kegiatan memilih pemimpin. Lebih dari itu, demokrasi harus dibangun melalui keterbukaan, penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM), serta adanya kebebasan menyampaikan pendapat.

"Ada tiga ciri utama iklim demokrasi yang sehat, yaitu keterbukaan, penghormatan terhadap HAM, dan terjaminnya kebebasan dalam menyampaikan pendapat," jelasnya.

Karena itu, para santri dan santriwati didorong untuk mulai membiasakan diri menyampaikan gagasan sejak dini. Namun, kebebasan berpendapat tersebut harus tetap dibarengi dengan kesantunan, etika, serta rasa tanggung jawab.

"Berani menyampaikan pendapat itu penting. Tetapi keberanian tersebut harus disampaikan secara santun, beretika dan bertanggung jawab. Ini menjadi modal penting bagi generasi muda dalam kehidupan demokrasi," tegasnya.

Pemilihan OSIM dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana praktik demokrasi bagi para santri. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pemilihan pemimpin organisasi di lingkungan madrasah.

KPU Lombok Timur berharap kegiatan Gen-D dapat menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran demokrasi. Para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang kritis, berani menyampaikan aspirasi, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi integritas.

"Kami ingin pendidikan demokrasi tidak berhenti pada teori. Anak-anak harus diberi ruang untuk mempraktikkan nilai demokrasi secara terbuka, partisipatif dan bertanggung jawab,"(Red).