Wisuda XIII Hamzar, 460 Lulusan Dipacu Jadi Pencipta Peluang
RADARBUMIGORA.Com– Prosesi wisuda bukan sekadar seremoni melepas mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, wisuda menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam wisuda bersama tiga perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Maraqitta’limat, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar, serta Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamzar yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Senin (24/8/2026).
Sebanyak 460 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan pada wisuda bersama ke- XIII tahun akademik 2025/2026.
Prosesi tersebut turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., Gubernur NTB yang diwakili Asisten I Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., jajaran civitas akademika, tamu undangan, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Dari STIKES Hamzar, lulusan berasal dari Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan Reguler sebanyak 108 orang, S-1 Ilmu Keperawatan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebanyak 19 orang, S-1 Pendidikan Bidan Reguler sebanyak 40 orang, serta S-1 Pendidikan Bidan RPL sebanyak 66 orang.
Sementara dari STKIP Hamzar, lulusan berasal dari Program Studi S-1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebanyak 54 orang dan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 161 orang.
Sedangkan STEI Hamzar meluluskan 12 mahasiswa dari Program Studi S-1 Perbankan Syariah.
Tidak hanya mengukuhkan ratusan lulusan, momentum wisuda tersebut juga menjadi panggung apresiasi bagi mahasiswa berprestasi dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik di masing-masing program studi.
Pada Program Studi S-1 PGSD Angkatan XI Tahun Akademik 2025/2026, predikat terbaik pertama diraih Muhtamar Zan dengan IPK 3,91. Posisi kedua diraih Ropi Herlina dengan IPK 3,90, sedangkan terbaik ketiga diraih Hartika dengan IPK 3,89.
Untuk Program Studi S-1 PAUD, prestasi terbaik diraih Andi Pasigar dengan IPK 3,97, disusul Afifatul Azqia dengan IPK 3,96 dan Susana Aulia dengan IPK 3,95.
Sementara pada Program Studi S-1 Perbankan Syariah, predikat terbaik pertama diraih Pebrian dengan IPK 3,91, terbaik kedua Saofa Sabila dengan IPK 3,76, dan terbaik ketiga Supini dengan IPK 3,75.
Dari STIKES Hamzar, sejumlah lulusan juga berhasil meraih predikat dengan pujian. Di antaranya Arsada Falatansa, S.Kep dengan IPK 3,71, Fita Laudiana, S.Kep dengan IPK 3,66, serta Muhammad Febrian Hidayat, S.Kep dengan IPK 3,63 dari Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan Reguler.
Sedangkan lulusan terbaik Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan RPL diraih Puspita Asriani, S.Kep dengan IPK 3,86, Nur Afwi Adriana, S.Kep dengan IPK 3,82, dan Zaenal Basri Palaguna, S.Kep dengan IPK 3,82.
Untuk Program Studi S-1 Pendidikan Bidan Reguler, capaian terbaik diraih Rizka Safiyaharni, S.Keb dengan IPK 3,95, Bq. Rabiatul Adawiyah, S.Keb dengan IPK 3,83, serta Ziaratul Aini, S.Keb dengan IPK 3,70.
Sementara Program Studi S-1 Pendidikan Bidan RPL, predikat terbaik diraih Nurhasanah, S.Keb dengan IPK 3,97, Diah Rosalia Firdaus, S.Keb dengan IPK 3,95, dan Wulan Dyah Putri Virgosari, S.Keb dengan IPK 3,95.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat NTB TGH Hazmi Hamzar mengatakan, wisuda harus dimaknai sebagai awal pengabdian, bukan akhir dari proses pendidikan.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama berada di kampus harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Alhamdulillah, prosesi wisuda dan pengambilan sumpah profesi berjalan lancar. Terima kasih kepada orang tua wali yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di bawah naungan Yayasan Maraqitta’limat,” ujarnya.
Ia menegaskan, lulusan Hamzar harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Tidak hanya terpaku pada pekerjaan sesuai bidang keilmuan yang dipelajari, tetapi juga memiliki inovasi dan keterampilan tambahan.
“Tidak menuntut kemudian perawat begini, atau bidan harus menjadi bidan. Mereka harus memiliki inovasi dan skill di luar yang ia geluti. Pada intinya harus bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
Menurut TGH Hazmi, status perguruan tinggi negeri maupun swasta bukan menjadi ukuran utama kualitas seorang lulusan. Yang terpenting adalah kompetensi, kemampuan bersaing, serta semangat untuk terus belajar dan berkarya.
“Tidak ada perbedaan antara PTN maupun PTS. Sebab saat ini swasta sudah banyak lebih baik dari negeri dari sisi kualitas. Namun, ini harus dijadikan kompetisi untuk fastabiqul khairat, berlomba-lomba memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Sebaliknya, mereka harus mampu menciptakan peluang dan membuka ruang manfaat bagi orang lain.
“Jangan kita hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Tetapi bagaimana kita bisa memberikan manfaat dan membuka peluang bagi orang lain,” pesannya.
Sementara Ketua Yayasan Maraqitta’limat H. M. Fadlurrahman, S.Kom., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia mengingatkan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti setelah prosesi wisuda.
Menurutnya, perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Perkembangan dunia pendidikan dari waktu ke waktu semakin kompleks dan dinamis. Banyak tantangan dan hal-hal baru yang harus dapat segera diadaptasi, untuk meningkatkan kualitas derajat kemanusiaan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap para lulusan mampu menjaga nama baik almamater melalui karya dan pengabdian, terutama bagi lulusan bidang kesehatan yang akan berhadapan langsung dengan masyarakat.
“Mari kita bersama-sama menjawab tantangan pembangunan kesehatan dan ekonomi yang kita hadapi sekarang dan pada masa yang akan datang dengan bidang keahlian masing-masing,” ajaknya.
Prosesi wisuda kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para lulusan terbaik serta foto bersama civitas akademika. Kehadiran para orang tua dan wali menjadi bagian penting dalam momentum bersejarah tersebut.
Melalui wisuda bersama ini, Yayasan Maraqitta’limat menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi Islam.
Para lulusan diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja, tetapi juga hadir sebagai generasi berkarakter yang mampu memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat luas.(Red).

