FK UBG Jadi Tuan Rumah, 93 Delegasi Kedokteran Telaah Soal Uji Progress dan AKTAPRO
RadarBumigora.Com– Fakultas Kedokteran Universitas Bumigora (FK UBG) mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Workshop Telaah Soal Uji Progress dan AKTAPRO Periode 2026 Klaster C.
Kegiatan yang digelar Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) ini mempertemukan 93 delegasi dari 47 fakultas kedokteran anggota Klaster C AIPKI Wilayah 4 dan 5.
Workshop yang berlangsung 19–20 September 2026 di Mataram tersebut menjadi forum penting untuk membedah dan menelaah kualitas soal Uji Progress dan AKTAPRO.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya bersama menjaga standar sekaligus meningkatkan mutu asesmen dalam pendidikan kedokteran.
Puluhan delegasi yang hadir bukan sembarang peserta. Mereka terdiri atas Item Bank Administrator (IBA) dan dokter pakar dari berbagai bidang keilmuan.
Di antaranya penyakit dalam, ortopedi, kedokteran forensik, mata, kulit, telinga hidung tenggorok (THT), kedokteran jiwa, paru, jantung, ilmu kesehatan masyarakat hingga biomedik.
Dekan FK UBG, dr. Karina Anindita, Sp.PD., M.Biomed., FINASIM, mengatakan kepercayaan AIPKI kepada FK UBG sebagai tuan rumah menjadi momentum penting bagi kampusnya untuk ikut mengambil bagian dalam penguatan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia.
Menurutnya, forum tersebut tidak sebatas menghasilkan bank soal yang berkualitas. Lebih dari itu, workshop menjadi ruang bertukar pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antarfakultas kedokteran.
“Kami bersyukur FK Universitas Bumigora mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan Klaster C AIPKI. Kami berharap workshop ini tidak hanya menghasilkan soal yang semakin berkualitas, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan bersama-sama menjaga mutu pendidikan kedokteran di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Asesmen Kolaboratif (Pokmenkolab) AIPKI, dr. Beta Ahlam Gizela, DFM., Sp.FM., Subsp. FK(K), serta Koordinator Klaster C AIPKI, Prof. Dr. dr. Desak Made Wihandani, M.Kes.
Untuk memperkuat proses telaah, AIPKI menghadirkan enam narasumber dan fasilitator. Mereka yakni Dr. dr. Sigit Setyawan, M.Sc.; dr. Rubayat Indradi, MOH; dr. Harun Al Rasyid, MPH; dr. Mohammad Rizki, M.Med.Ed, Sp.PK(K); dr. Yeny Dyah Cahyaningrum, M.Med.Ed.; dan dr. Seshy Tinartayu, M.Sc.
Hari pertama workshop diawali dengan pembukaan dan pemaparan materi dari narasumber AIPKI. Setelah itu, peserta langsung masuk pada agenda utama, yakni telaah soal.
Para IBA bersama dokter pakar melakukan penelaahan secara intensif dengan pendampingan fasilitator. Setiap soal diperiksa dari berbagai aspek. Mulai dari teknis penyusunan, pengelolaan bank soal hingga kesesuaian substansi dengan bidang keilmuan masing-masing.
Proses tersebut diharapkan dapat memastikan soal yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga benar-benar mampu mengukur kompetensi mahasiswa kedokteran secara tepat dan relevan.
FK UBG sendiri mengerahkan lebih dari 50 orang panitia untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Persiapan dilakukan secara intensif, mulai dari penyambutan delegasi hingga pelaksanaan agenda workshop.
Ketua Panitia, dr. Victoria Cynthia Rebecca, MHPE, mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta selama berada di Mataram.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh delegasi, mulai dari persiapan, kedatangan, pelaksanaan workshop hingga kepulangan. Seluruh proses kami koordinasikan dengan Koordinator Klaster C AIPKI,” katanya.
Menurutnya, menjadi tuan rumah tidak hanya soal menyiapkan tempat dan kebutuhan teknis kegiatan. Namun juga bagaimana menciptakan suasana yang nyaman sehingga seluruh delegasi dapat berinteraksi dan membangun kebersamaan.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang menjadi tuan rumah, tetapi juga bagaimana menciptakan suasana yang mendukung dan membangun kebersamaan,” tambahnya.
Usai agenda utama telaah soal pada hari pertama, rangkaian kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan agenda kebersamaan.
Kegiatan tersebut dimanfaatkan para delegasi untuk mempererat komunikasi sekaligus memperluas jejaring antar-fakultas kedokteran anggota Klaster C AIPKI.
FK UBG berharap workshop tersebut tidak berhenti pada proses telaah soal semata. Kolaborasi yang terbangun diharapkan terus berlanjut dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan kedokteran secara nasional.
Hasil telaah soal nantinya diharapkan dapat mendukung pelaksanaan asesmen yang berkualitas, terstandar, dan relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam pendidikan kedokteran.
Bagi FK UBG, kepercayaan menjadi tuan rumah juga menjadi bagian dari komitmen untuk terus aktif dalam jejaring pendidikan kedokteran. Sekaligus mengambil peran dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan dan kualitas calon dokter di Indonesia. (Red).
