IAI Al-Manan NU Lotim Gandeng Yatim Care Foundation, Perkuat Pendidikan Anak dan Bahasa Inggris

Daftar Isi

RadarBumigora.Com. — Institut Agama Islam (IAI) Al-Manan NU Lombok Timur terus memperluas jejaring kemitraan di bidang pendidikan. Melalui Fakultas Tarbiyah, kampus tersebut menggandeng Yatim Care Foundation untuk memperkuat kualitas pendidikan anak sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Tarbiyah IAI Al-Manan NU Lombok Timur dan Yatim Care Foundation.

Penandatanganan dilakukan Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Al-Manan NU Lombok Timur, Hizbul Wathoni, bersama perwakilan Yatim Care Foundation, Muhimah, S.Pd.

Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan program pendidikan yang memadukan kompetensi akademik perguruan tinggi dengan pengalaman Yatim Care Foundation dalam bidang sosial dan pendidikan.

Sejumlah ruang kolaborasi disiapkan, mulai dari pengembangan pembelajaran, peningkatan kapasitas pendidik, pengembangan media edukatif, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan program English Course yang dikelola Yatim Care Foundation.

Dua program studi di bawah Fakultas Tarbiyah, yakni Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Tadris Bahasa Inggris, menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama tersebut.

Prodi PIAUD memiliki ruang kontribusi dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan tahap perkembangan anak. Sementara Prodi Tadris Bahasa Inggris dapat mengambil peran dalam pengembangan metode, materi, serta strategi pembelajaran bahasa Inggris.

Dekan Fakultas Tarbiyah IAI Al-Manan NU Lombok Timur, Hizbul Wathoni, mengatakan kerja sama tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk mengimplementasikan keilmuan secara langsung di tengah masyarakat.

“Kerja sama ini mempertemukan kompetensi akademik Fakultas Tarbiyah dengan pengalaman Yatim Care Foundation dalam bidang sosial dan pendidikan. Prodi PIAUD dan Tadris Bahasa Inggris memiliki ruang kontribusi yang kuat, terutama dalam pengembangan pendidikan anak dan pembelajaran bahasa Inggris,” ujar Hizbul Wathoni.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU. Fakultas Tarbiyah akan mendorong agar kemitraan itu diterjemahkan dalam berbagai program yang memberikan dampak langsung bagi peserta didik dan masyarakat.

“Implementasinya dapat dikembangkan melalui pendampingan pembelajaran, pengembangan media edukatif, pelatihan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat, hingga penguatan program English Course yang dikelola Yatim Care Foundation,” katanya.

Di sisi lain, perwakilan Yatim Care Foundation, Muhimah, S.Pd., menyampaikan bahwa kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas program pendidikan yang selama ini dijalankan yayasan.

Dukungan akademik dari Prodi Tadris Bahasa Inggris diharapkan dapat memperkuat pengembangan English Course.

Sedangkan dari sisi pendidikan anak, keilmuan Prodi PIAUD dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pola pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.

Kolaborasi tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa IAI Al-Manan NU Lombok Timur untuk mendapatkan pengalaman praktis. 

Mahasiswa dapat dilibatkan dalam kegiatan pendidikan, pendampingan, maupun program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bersama.

Bagi Fakultas Tarbiyah, keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen formal, tetapi berlanjut dalam program konkret dan berkelanjutan. 

Sasaran manfaatnya mencakup anak, pendidik, mahasiswa, keluarga, hingga masyarakat secara lebih luas.

Sinergi Fakultas Tarbiyah IAI Al-Manan NU Lombok Timur bersama Prodi PIAUD, Prodi Tadris Bahasa Inggris, dan Yatim Care Foundation diharapkan mampu memperkuat pendidikan anak sekaligus membekali mereka dengan kemampuan bahasa Inggris yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.(Red).