Rapat Koordinasi SMK LSP-P1, Dikpora NTB Dorong Penguatan Sertifikasi Kompetensi Siswa
RadarBumigora.Com. — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat sinergi dengan satuan pendidikan vokasi. Salah satunya melalui Rapat Koordinasi SMK LSP-P1 Bidang PSMK dan PK-PLK Dikpora NTB Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Montana Premier Senggigi, Senin-Selasa (21-22/9).
Rakor menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah Dikpora NTB dalam penguatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pihak Pertama (P1). Kegiatan dihadiri jajaran Dikpora NTB, kepala sekolah serta unsur terkait dari SMK.
Kadis Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi turut hadir dan memberikan arahan dalam kegiatan tersebut.
Penguatan LSP-P1 dinilai menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada kelulusan siswa, tetapi juga memastikan kompetensi lulusan dapat dibuktikan melalui sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Kadis Dikpora NTB Dr. Syamsul Hadi menekankan pentingnya satuan pendidikan vokasi terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi peserta didik.
Lulusan SMK, kata dia, harus memiliki keterampilan yang relevan sehingga mampu bersaing ketika masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“SMK harus mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berdaya saing dan memiliki sertifikasi sesuai bidang keahliannya. Karena itu, penguatan LSP-P1 di masing-masing satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam mewujudkan SMK yang mendunia,” tegasnya.
Menurutnya, keberadaan LSP-P1 tidak boleh hanya dipandang sebagai pelengkap administrasi sekolah. LSP harus benar-benar mampu memastikan kompetensi siswa sesuai standar yang ditetapkan.
Dengan demikian, sertifikat kompetensi yang diperoleh siswa memiliki nilai tambah ketika mereka melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun menjadi bagian dari dunia usaha dan industri.
“Kita ingin lulusan SMK tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi yang terukur dan diakui. Ini penting agar mereka memiliki kepercayaan diri dan daya saing lebih kuat,” ujarnya.
Rakor juga menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program LSP-P1 di SMK. Berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi dibahas untuk kemudian dicarikan solusi secara bersama.
Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMK (PSMK)-PK-PLK Dikpora NTB, Hasbi Assidiqi, S.Sos., MM mendorong sekolah agar terus memperkuat jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.
"Langkah ini penting agar kompetensi yang diajarkan di sekolah tidak tertinggal dari perkembangan kebutuhan lapangan kerja,"Terangnya.
Terlebih, tantangan pendidikan vokasi saat ini semakin kompleks. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri menuntut SMK melakukan penyesuaian secara berkelanjutan.
Karena itu, sinergi antara sekolah, pemerintah, LSP dan dunia industri menjadi kunci untuk memastikan lulusan SMK benar-benar siap menghadapi persaingan.
Rakor yang berlangsung selama dua hari tersebut sekaligus mempertegas komitmen Dikpora NTB dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi. Semangat yang diusung pun sejalan dengan tagline kegiatan, “SMK Mendunia, Bisa dan Luar Biasa!”
Melalui penguatan LSP-P1, SMK di NTB diharapkan tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kompeten, adaptif, berwirausaha dan memiliki daya saing hingga tingkat global.(Red).
