Ratusan Wartawan Digembleng, 54 Peserta Jalani UKW
RADARBUMIGORA.Com– Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggembleng ratusan wartawan melalui kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen Terhadap Etika Jurnalistik Melalui Penguatan Organisasi PWI” tersebut resmi dibuka di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Kamis (10/9).
Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin mengatakan, sebanyak 120 wartawan dari 10 kabupaten/kota di NTB mengikuti OKK. Jumlah tersebut telah melalui proses seleksi dan pembatasan kapasitas dari hampir 200 wartawan yang mendaftar.
Tidak hanya OKK, PWI NTB juga menggelar UKW pada 11–12 September. Sebanyak 54 wartawan ambil bagian dalam uji kompetensi tersebut.
Ikliluddin menjelaskan, 54 peserta UKW itu terbagi dalam tiga jenjang. Sebanyak 18 peserta mengikuti UKW jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama.
Menurutnya, UKW tidak sekadar menjadi formalitas untuk memperoleh predikat kompeten. Ujian tersebut menjadi sarana pemetaan kemampuan wartawan, terutama dalam memahami aturan dan menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.
“UKW kali ini diikuti 54 peserta yang terbagi dalam tiga tingkatan, yakni 18 peserta jenjang Muda, 24 peserta jenjang Madya, dan 12 peserta jenjang Utama. Ini merupakan ujian pemetaan untuk mengukur sejauh mana pemahaman kita terhadap Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, dan perilaku di lapangan,” ujar Ikliluddin.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang OKK PWI Pusat Joko Tetuko mengapresiasi tingginya antusiasme wartawan NTB mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, OKK merupakan bagian penting dalam memperkuat kapasitas sekaligus pemahaman anggota terhadap organisasi dan profesi kewartawanan.
Ia menjelaskan, pelaksanaan OKK merupakan amanat PD/PRT hasil Kongres PWI serta Peraturan Organisasi (PO) terbaru. Karena itu, wartawan tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis, tetapi juga harus memahami berbagai aturan yang menjadi pijakan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Dalam OKK, peserta mendapatkan 13 materi dasar keorganisasian dan kewartawanan. Di antaranya terkait UU Pers, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), hingga Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).
“OKK ini adalah penguatan organisasi sekaligus fondasi bagi anggota. Tempat acara di Bank NTB Syariah ini sangat representatif dan pelaksanaan di NTB ini menjadi salah satu yang terbesar serta terbaik,” kata Joko.
Ia menegaskan, wartawan yang memiliki kompetensi akan mampu menjalankan fungsi pers secara lebih baik. Pers, kata dia, memiliki posisi penting sebagai jembatan informasi antara masyarakat dengan pemerintah.
“Pers yang kompeten akan melahirkan jembatan informasi yang kuat dan terpercaya antara masyarakat dan pemerintah,” tegasnya.
Pembukaan OKK dan UKW PWI NTB tersebut dilakukan oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) NTB Dr. H. Ahsanul Khalik.
Dalam sambutannya yang menyampaikan pesan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ahsanul Khalik mengingatkan bahwa profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral yang besar. Uji kompetensi, menurutnya, bukan semata menguji kemampuan teknis dalam menulis berita.
“Menjadi wartawan bukan hanya soal kecepatan menulis, tetapi tentang bagaimana menghadirkan informasi yang bermartabat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era digital, prinsip tabayyun atau verifikasi menjadi sangat krusial agar asumsi tidak mengalahkan fakta,” tegas Ahsanul Khalik.
Ia menilai, tantangan wartawan di era digital semakin berat. Arus informasi yang begitu cepat membuat proses verifikasi menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan sebelum sebuah informasi disampaikan kepada publik.
Di sisi lain, Pemprov NTB memastikan tetap membuka ruang bagi pers untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik dari media dinilai penting selama disampaikan berdasarkan data dan diarahkan untuk mendorong perbaikan pelayanan publik.
“Kritik yang jujur adalah cermin. Pemerintah membutuhkan cermin itu untuk melihat apa yang perlu diperbaiki. Pemprov NTB dan pers adalah dua pilar yang harus bekerja sama demi kesejahteraan masyarakat,” jelas pria yang akrab disapa Bung AK tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PWI NTB juga mengajak seluruh peserta dan tamu undangan mendoakan jurnalis yang sempat dinyatakan hilang kontak di kawasan Gunung Anak Krakatau agar segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Rangkaian OKK dan UKW PWI NTB ini terlaksana atas dukungan Pemprov NTB, Bank NTB Syariah, DPRD NTB, Pertamina, serta sejumlah pihak lainnya.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi, tetapi juga insan pers yang menjunjung tinggi etika, integritas, dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. (Red).
