636 Lulusan UBG Dikukuhkan, Siap Berkarya di Dunia Nyata Menuju NTB Makmur Mendunia

Daftar Isi

RadarBumigora.Com.– Sebanyak 636 lulusan Universitas Bumigora (UBG) resmi menyandang gelar akademik. Mereka dilepas ke tengah masyarakat dengan membawa bekal ilmu, kompetensi, dan pengalaman untuk menghadapi dunia nyata sekaligus ikut mendorong terwujudnya NTB Makmur Mendunia.

Pengukuhan ratusan lulusan tersebut berlangsung dalam Wisuda UBG Periode 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-8 UBG. Prosesi digelar dalam dua sesi dan diikuti lulusan dari berbagai program studi serta jenjang pendidikan, mulai diploma, sarjana hingga magister yang berlangsung di Hotel Prime Park, Kamis (22/10).

Rektor UBG, Prof. Dr. Ir. Anthony Anggrawan, M.T., Ph.D., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya prosesi wisuda tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh sivitas akademika UBG.

“Sebagai umat yang beriman, pertama-tama saya panjatkan syukur dan terima kasih kepada Allah yang Maha Rahim atas berkat-Nya sehingga wisuda Universitas Bumigora dapat berlangsung pada pagi hari ini,” ujar Rektor UBG.

Menurutnya, terselenggaranya prosesi wisuda tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana acara wisuda ini, karena kerja keras kalian jugalah maka acara wisuda hari ini berlangsung,” katanya.

Wisuda kali ini sekaligus menjadi catatan penting perjalanan UBG. Sebab, selain mengukuhkan 636 lulusan, kampus tersebut juga memperingati Dies Natalis ke-8.

“Pada hari ini, Universitas Bumigora menyelenggarakan Dies Natalis yang ke-8 dan wisuda yang ke-8. Jumlah wisudawan yang diwisuda berjumlah 636 orang,” jelasnya.

Ratusan lulusan tersebut kini memasuki fase baru. Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan tinggi, mereka dituntut mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk menjawab tantangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.

Rektor menegaskan, wisuda bukanlah akhir perjalanan akademik. Sebaliknya, pengukuhan tersebut merupakan awal bagi para lulusan untuk memasuki dunia yang lebih luas.

“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi awal untuk memasuki dunia yang lebih luas. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di Universitas Bumigora hendaknya dapat menjadi bekal untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Karena itu, para lulusan tidak boleh hanya mengandalkan ijazah. Mereka harus memiliki kompetensi, integritas, kreativitas dan kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan zaman.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi di tengah masyarakat.

“Anda memiliki prestasi yang luar biasa. Anda telah menyelesaikan studi Anda, sementara banyak mahasiswa yang masih berjuang untuk menyelesaikan studinya. Ini benar-benar sebuah prestasi luar biasa dari seluruh lulusan,” tegasnya.

Pada sesi pertama, wisudawan berasal dari sejumlah program studi jenjang magister, sarjana dan diploma.

Rinciannya, 13 wisudawan S2 Ilmu Komputer, tiga wisudawan S2 Sastra Inggris, 184 wisudawan S1 Ilmu Komputer, 59 wisudawan Teknologi Informasi, tujuh wisudawan S1 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), empat wisudawan Teknologi Pangan, tujuh wisudawan D3 RPL, sembilan wisudawan D3 Sistem Informasi, enam wisudawan Sastra Inggris serta 25 wisudawan Hukum.

Sementara sesi kedua diikuti wisudawan dari sejumlah program studi lainnya. Di antaranya 51 wisudawan Desain Komunikasi Visual (DKV), 130 wisudawan Manajemen, 43 wisudawan Akuntansi, 16 wisudawan Bisnis Digital dan 30 wisudawan Farmasi.

Prosesi tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, pimpinan perguruan tinggi, para dekan, ketua program studi, orang tua atau wali wisudawan serta sivitas akademika UBG.

Suasana haru dan bangga terlihat sepanjang prosesi. Para orang tua dan keluarga turut menjadi saksi keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi.

Di tengah momentum wisuda, perkembangan UBG selama delapan tahun terakhir juga menjadi sorotan.

Sejak berdiri pada 2018, UBG yang awalnya hanya memiliki tujuh program studi kini berkembang menjadi perguruan tinggi dengan.

Sejumlah program studi baru terus dikembangkan. Di antaranya S1 Pariwisata, S1 Bisnis Digital, S1 Teknologi Pangan, S1 Seni Pertunjukan hingga Fakultas Kedokteran.

UBG juga telah memiliki dua program magister, yakni S2 Ilmu Komputer dan S2 Sastra Inggris.

“Universitas Bumigora hingga saat ini berkembang sangat signifikan dari awalnya pada tahun 2018. Universitas Bumigora hanya terdiri dari tujuh program studi. Saat ini Universitas Bumigora memiliki 21 program studi,” ujarnya.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya terlihat dari jumlah program studi. UBG juga memperkuat jejaring kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sejumlah negara masuk dalam jejaring kerja sama UBG, antara lain Malaysia, Taiwan, Belanda, Timor Leste, Jepang dan Korea Selatan.

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran pelajar, pendidikan, penelitian hingga pengabdian kepada masyarakat.

“Universitas Bumigora juga telah bekerja sama dengan berbagai pihak baik dalam negeri dan luar negeri seperti dari Malaysia, Taiwan, Belanda, Timor Leste, Jepang, dan Korea Selatan,” ungkapnya.

Prestasi UBG juga tercermin dari capaian dosen di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam dua tahun berturut-turut, UBG disebut berhasil memenangkan hibah pengabdian masyarakat dengan jumlah terbanyak di lingkungan LLDIKTI Wilayah VIII.

Total terdapat 118 judul penelitian dan pengabdian yang berhasil diraih. Rinciannya, 72 judul penelitian dan 46 judul pengabdian kepada masyarakat.

Beragam skema hibah berhasil diperoleh, mulai Riset Konsorsium Unggulan, riset fundamental hingga riset prototipe. Sementara bidang pengabdian masyarakat mencakup skema Kosabangsa, Inovasi Seni Nusantara dan Pemberdayaan Masyarakat.

Seluruh capaian tersebut bersumber dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Lebih membanggakan lagi, prestasi dosen dalam penelitian dan pengabdian masyarakat dua tahun berturut-turut memenangkan hibah bersaing terbanyak di LLDIKTI 8,” lanjutnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan UBG tidak sekadar mengejar penambahan program studi. Penguatan kualitas akademik, produktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat juga menjadi bagian dari arah pengembangan kampus.

Dengan melepas 636 lulusan baru, UBG kembali menegaskan perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Para lulusan diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh dari kampus untuk berkarya, membuka peluang, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, para lulusan bukan hanya membawa gelar akademik, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk ikut membangun daerah.

Dari kampus di NTB, mereka kini melangkah ke dunia nyata dengan satu harapan: menjadi bagian dari generasi yang mampu membawa NTB Makmur Mendunia.

Sementara itu, Ketua LLDikti Wilayah VIII, Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, mengatakan, lulusan UBG merupakan sumber daya manusia yang siap terjun di tengah masyarakat. 

“IT juga kuat di sini. Jadi Universitas Bumigora ini identik dengan kampus yang melahirkan sumber daya yang ngerti teknologi, melek informatika, komputerisasi, teknologi informasi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga memberi atensi terhadap lulusan UBG dengan kemampuan bahasa asing yang mumpuni. Menurutnya, bahasa merupakan senjata utama untuk bertahan di era saat ini. 

“Sehingga poin kami di hari ini adalah wisudawan-wisudawati hari ini dengan bahasa internasional siap terjun ke lapangan masyarakat internasional, terutama luar negeri yang diuntungkan oleh masyarakat,”Tandasnya (Red).