Gema Muzakir: Siapapun yang Dipilih dalam Musda, Kami Tegak Lurus
RadarBumigora.Com. – Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTB mulai menghangat. Dua putra terbaik NTB yakni Gema Muzakkir dan Hadi Gunawan. Keduanya dipastikan akan bersaing dalam tahapan Musdalub untuk memperebutkan posisi strategis untuk menduduki kursi Ketua DPD Partai Demokrat NTB.
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, sikap berbeda ditunjukkan Dr. Gema Akhmad Muzakir, S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa siapapun nantinya yang mendapat kepercayaan dalam Musda maupun keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), seluruh kader harus menghormati dan menjalankan keputusan tersebut.
Menurut Gema, kontestasi dalam Musda merupakan bagian dari dinamika organisasi. Perbedaan dukungan maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah soliditas internal partai.
“Siapapun yang dipilih dalam Musda maupun DPP, kita tegak lurus,” tegas Gema.
Ia menilai, kepentingan terbesar Partai Demokrat bukan terletak pada siapa yang memenangkan kontestasi, melainkan bagaimana seluruh kader tetap menjaga kekompakan setelah Musda selesai.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Proses demokrasi internal harus tetap berjalan secara sehat dan bermartabat.
“Yang terpenting adalah bagaimana Demokrat tetap solid. Setelah keputusan ditetapkan, kita semua harus menghormati dan mengawal keputusan tersebut,” ujarnya.
Gema menegaskan, sikap tegak lurus terhadap keputusan organisasi menjadi penting agar energi kader tidak habis dalam dinamika internal. Sebaliknya, seluruh kekuatan harus diarahkan untuk memperkuat mesin partai menghadapi agenda politik ke depan.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader memiliki hak untuk menyampaikan pandangan dan pilihan. Namun, ketika keputusan organisasi telah ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku, seluruh kader harus kembali bersatu.
“Boleh berbeda pilihan dalam prosesnya. Tetapi ketika keputusan sudah ada, kita harus bersama-sama membesarkan partai,” tandasnya.
Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan agar pelaksanaan Musda Demokrat NTB tidak hanya menghasilkan figur ketua baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi dan soliditas partai di daerah.
Dengan demikian, siapapun yang nantinya memperoleh mandat memimpin Demokrat NTB diharapkan mampu merangkul seluruh kekuatan internal dan membawa partai semakin solid menghadapi tantangan politik ke depan. (Red).
