Pimpin Lanud ZAM, Kolonel Supriyanto Rangkul Wartawan: Mitra Utama TNI AU

Daftar Isi

RadarBumigora.Com – Perjalanan panjang pengabdian di dunia militer mengantarkan Kolonel Pnb Supriyanto dipercaya memimpin Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2000 ini bukan sosok yang baru mengenal kerasnya medan pengabdian.

Berbagai penugasan strategis telah dilaluinya, mulai dari menerbangkan pesawat tempur, memimpin satuan udara, mengelola operasi, hingga terlibat dalam misi pengamanan di wilayah Papua.

Namun, di balik perjalanan panjang karier militernya, ada pesan menarik yang disampaikan Supriyanto saat mengawali tugas di NTB. Ia menempatkan wartawan sebagai mitra penting dalam menyampaikan berbagai aktivitas dan pengabdian TNI AU kepada masyarakat.

Supriyanto lahir di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada 22 April 1979. Ia tumbuh dalam keluarga transmigran. Masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan dasar dihabiskannya di Banjarmasin.

Dari kota tersebut, langkahnya berlanjut ke dunia militer. Ia memilih menempuh pendidikan di AAU hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan dan dilantik sebagai perwira pada 2000.

Karier operasionalnya mulai terbentuk setelah menyelesaikan pendidikan penerbang. Pada 2003, ia mendapat penugasan pertama di Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai penerbang pesawat tempur Hawk 100/200 buatan Inggris.

Pontianak menjadi salah satu tempat terlama dalam perjalanan pengabdiannya. Hampir 16 tahun ia bertugas di wilayah tersebut. Berbagai pengalaman dan jenjang jabatan dilaluinya hingga dipercaya menjadi Komandan Skadron Udara 1 pada 2018.

Pengalaman sebagai penerbang pesawat tempur sekaligus pemimpin satuan menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya di lingkungan TNI AU.

Penugasan berikutnya membawa Supriyanto ke sejumlah wilayah dengan tanggung jawab yang semakin beragam.

Pada 2019, ia dipercaya menjabat Komandan Skadron Taruna di Yogyakarta selama satu tahun tiga bulan.

Selanjutnya, ia mendapat penugasan di Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), yang kemudian bertransformasi menjadi Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas).

Pada 2020, Supriyanto kembali ke Pontianak untuk mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Operasi (Kadisops). Kariernya terus berlanjut setelah menyelesaikan pendidikan Sesko TNI pada 2023. Ia kemudian dipercaya menjabat Komandan Wing Udara 7.

Pengabdiannya berlanjut di Madiun sebagai Wakil Komandan Grup 3 Tempur. Tidak hanya bertugas di satuan, Supriyanto juga pernah dipercaya menjadi Komandan Satuan Tugas Udara dalam operasi pengamanan di Timika, Papua, selama tiga bulan.

Rangkaian penugasan tersebut memberinya pengalaman lintas bidang, mulai dari penerbangan pesawat tempur, pendidikan dan pembinaan personel, pengelolaan operasi udara, hingga pelaksanaan tugas pengamanan di wilayah penugasan.

Setelah menyelesaikan tugas di Madiun, Supriyanto mendapat amanah baru sebagai Komandan Lanud ZAM. Serah terima jabatan dilaksanakan di Makassar pada 21 Oktober 2026.

Memasuki lingkungan tugas yang baru di NTB, ia langsung membuka ruang komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.

Dalam kegiatan silaturahmi bersama wartawan pada Kamis (29/10/2026), Supriyanto menegaskan bahwa media memiliki peran penting dalam menyampaikan berbagai aktivitas dan pengabdian TNI AU kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja keras personel di lapangan perlu diketahui publik. Sebab, berbagai kegiatan yang dilakukan institusi tidak akan tersampaikan secara luas apabila tidak didukung publikasi media.

"Kita kerja jungkir balik berdarah-darah di lapangan, tapi kalau media tidak mempublikasikannya, ya sama saja seperti kita tidak kerja. Bagi saya, wartawan adalah mitra utama," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa hubungan antara TNI AU dan media bukan sekadar komunikasi kelembagaan. Lebih dari itu, wartawan memiliki posisi strategis sebagai jembatan informasi antara institusi dan masyarakat.

Supriyanto menilai, keterbukaan informasi mengenai berbagai kegiatan TNI AU penting untuk membangun pemahaman publik terhadap tugas dan pengabdian prajurit.

Karena itu, membangun hubungan baik dengan insan pers menjadi salah satu langkah yang ingin diperkuat selama dirinya mengemban amanah sebagai Komandan Lanud ZAM.

Baginya, pengabdian TNI AU tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas operasional di lapangan. Namun, masyarakat juga perlu mengetahui berbagai bentuk pengabdian tersebut melalui informasi yang disampaikan secara tepat.

Dengan bekal pengalaman panjang sebagai penerbang pesawat tempur, pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, hingga menjalankan penugasan operasi di berbagai wilayah Indonesia, Supriyanto kini melanjutkan perjalanan pengabdiannya di NTB.

Di bawah kepemimpinannya, Lanud ZAM tidak hanya diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsi TNI AU secara optimal, tetapi juga memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.

Termasuk membangun kemitraan dengan insan pers sebagai bagian penting dalam menyampaikan informasi dan mendekatkan institusi TNI AU dengan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. (Red)