Satu Hati untuk Palestina, SMKN 1 Pringgabaya Kobarkan Semangat Kemanusiaan
RadarBumigora.Com– Kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina terus menggema dari berbagai penjuru. Tidak hanya datang dari kalangan masyarakat, suara kemanusiaan juga tumbuh dari lingkungan pendidikan.
SMKN 1 Pringgabaya menunjukkan kepeduliannya melalui pesan kemanusiaan, doa, dan ajakan untuk terus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Bersama Syeh Osama, keluarga besar SMKN 1 Pringgabaya mengusung semangat “Satu Hati untuk Kemanusiaan”. Momentum tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan solidaritas sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah berbagai penderitaan yang masih dialami rakyat Palestina.
Kepala SMKN 1 Pringgabaya,Pathan, S. Pd. M.Pd menyampaikan bahwa kepedulian terhadap Palestina merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai kemanusiaan kepada seluruh warga sekolah.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga bagaimana membentuk karakter peserta didik agar memiliki kepedulian, empati, dan rasa persaudaraan terhadap sesama.
“Solidaritas ini bukan hanya tentang Palestina, tetapi juga tentang bagaimana kita menumbuhkan nilai kemanusiaan, kepedulian, keadilan, dan perdamaian di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, penderitaan yang dialami masyarakat Palestina menjadi pengingat bahwa rasa kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh jarak maupun perbedaan wilayah. Karena itu, warga sekolah diajak untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan yang dialami masyarakat di belahan dunia lainnya.
“Anak-anak harus belajar bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Apa yang kita lakukan hari ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa empati mereka,” katanya.
Dalam momentum tersebut, doa menjadi salah satu bentuk dukungan yang terus dipanjatkan. Keluarga besar SMKN 1 Pringgabaya berharap rakyat Palestina diberikan kekuatan, perlindungan, keselamatan, serta ketabahan dalam menghadapi berbagai cobaan.
“Di balik setiap air mata, ada harapan. Di balik setiap luka, ada doa yang terus dipanjatkan,” menjadi pesan yang mengiringi solidaritas keluarga besar SMKN 1 Pringgabaya untuk Palestina.
Pathan juga berharap semangat kemanusiaan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Sebaliknya, kepedulian dan empati harus menjadi nilai yang terus hidup dalam keseharian warga sekolah.
“Semangat kemanusiaan ini harus terus kita tanamkan. Jangan sampai kepedulian hanya muncul ketika ada momentum tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari sikap dan perilaku kita sehari-hari,” tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, SMKN 1 Pringgabaya ingin menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.
Dari Pringgabaya, doa dan harapan untuk Palestina pun terus mengalir. Di tengah luka dan penderitaan yang terjadi, keluarga besar SMKN 1 Pringgabaya berharap semangat kemanusiaan tetap menyala dan tidak pernah padam.
“Untuk Palestina, harapan kami tak pernah berakhir.” Tandasnya (Red).

