RadarBumigora.Com, Lotim – Perempuan memiliki peran strategis dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan dan berintegritas. Untuk memperkuat peran tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur menggelar sosialisasi penguatan peran perempuan dalam pengawasan partisipatif yang berkeadilan dan inklusif bersama kader Nahdliyat Nahdlatul Wathan (NW) Lombok Timur.
Kegiatan sosialisasi berlangsung di Arru Coffee Selong, Kamis (11/12/2025), sebagai tindak lanjut dari program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang telah dilaksanakan beberapa pekan sebelumnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Lombok Timur, Johari Marjan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan Nahdliyat NW dalam pelaksanaan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan melibatkan kader perempuan.
Ia menilai, keterlibatan aktif organisasi perempuan seperti Nahdliyat NW merupakan bagian penting dalam memperluas jangkauan pengawasan pemilu di tengah masyarakat. Bawaslu, kata Marjan, siap mendukung kegiatan tersebut melalui penyediaan pemateri maupun publikasi di media sosial, termasuk membuka ruang diskusi demokrasi bersama.
“Bawaslu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ke depan, kami siap mendukung melalui pemateri dan publikasi, serta membuka ruang diskusi tentang demokrasi dengan melibatkan kami,” ujar Marjan saat menerima Ketua Koordinasi Nahdliyat NW di ruang kerjanya.
Marjan menambahkan, keberhasilan P2P menjadi langkah awal yang positif, meski tantangan terbesar Bawaslu masih terletak pada upaya mengubah pola pikir masyarakat agar terlibat aktif dalam pengawasan tahapan pemilu.
“Tantangan berat Bawaslu adalah mengubah pola pikir masyarakat agar sadar dan mau berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Koordinasi Nahdliyat NW Lombok Timur, Baiq Dewi Kamariani, sebelumnya mengusulkan agar pemateri dalam sosialisasi berasal dari unsur perempuan Bawaslu. Hal tersebut bertujuan agar komunikasi dan penyampaian materi dapat lebih efektif dan dialogis dengan peserta.
Menindaklanjuti hal tersebut, Johari Marjan menunjuk staf Bawaslu Lombok Timur, Sri Patmawati, sebagai pemateri yang membahas partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman serta memperluas keterlibatan perempuan dalam pengawasan partisipatif.
Dalam pemaparannya, Sri Patmawati menegaskan bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pemilih pasif, melainkan juga dapat menjadi pengawas pemilu dengan memanfaatkan kekuatan dan kelembutan dalam menciptakan suasana pemilu yang damai dan jujur.
“Partisipasi perempuan merupakan salah satu indikator keberhasilan demokrasi. Kita tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi juga bisa menjadi pengawas dengan mengedepankan kelembutan,”(Red).
