RadarBumigora.Com. Lombok Barat – Sebanyak 13 petani tembakau asal Kabupaten Lombok Barat mengikuti kegiatan studi lapangan pengembangan industri dan pemanfaatan tembakau ke Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/12/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani terkait pengolahan tembakau hingga pemanfaatan limbahnya.
Rombongan petani didampingi langsung Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat Hj. Damayanti Widyaningrum, Sekretaris Bappeda Lombok Barat Yulinda Irmayani, serta sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kunjungan diawali ke Kantor Pusat Penelitian Tembakau Jember yang berada di bawah naungan PT Perkebunan Nasional (PTPN) I Regional 5. Pusat penelitian tersebut dikenal sebagai salah satu sentra riset tembakau nasional yang berfokus pada pengembangan agribisnis modern dan berkelanjutan.
Kepala Pusat Penelitian Tembakau Jember, Isti Wahyuti, SP, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai kajian pemanfaatan limbah tembakau. Limbah yang selama ini dibakar atau dibuang dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah, seperti produk kesehatan, pertanian, kosmetika, hingga bioenergi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyampaikan harapannya agar ke depan terjalin kerja sama antara Pemerintah Daerah Lombok Barat dengan Pusat Penelitian Tembakau Jember.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui program magang bagi petani Lombok Barat guna mempelajari pengolahan dan pengembangan tembakau, termasuk pemanfaatan limbahnya.
“Alhamdulillah, tembakau ternyata tidak hanya menghasilkan rajangan sebagai bahan rokok, tetapi limbahnya juga bisa diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat. Ini bisa menjadi terobosan untuk menambah pendapatan petani tembakau di Lombok Barat,” ujar Hj. Nurul Adha yang akrab disapa Ummi Nurul.
Selain itu, rombongan petani juga berkesempatan mengunjungi pabrik cerutu milik Koperasi Karyawan PTPN X. Di lokasi tersebut, para petani melihat secara langsung proses pengolahan daun tembakau hingga menjadi produk rokok cerutu dan Sigaret Kretek Tangan (SKT), sebagai bagian dari peningkatan wawasan hilirisasi hasil pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Hj. Damayanti Widyaningrum mengungkapkan bahwa luas lahan tembakau di Lombok Barat terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2024, luas lahan tercatat mencapai 300 hektare, meningkat menjadi 400 hektare pada 2025, dan ditargetkan mencapai 500 hektare pada 2026.
“Dengan adanya kunjungan ini, kami berharap Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Lombok Barat yang telah dibangun dapat berkembang menjadi pusat pengolahan dan pengembangan tembakau. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Lombok Barat ke depan,” (Red)
