Dies Natalis ke-36, Prodi Pendidikan Sejarah Hamzanwadi Perkuat Prestasi Pelajar NTB

Dies Natalis ke-36, Prodi Pendidikan Sejarah Hamzanwadi Perkuat Prestasi Pelajar NTB

Rabu, 07 Januari 2026, Januari 07, 2026

 


RadarBumigira.Com.Lombok Timur— Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi resmi membuka rangkaian Dies Natalis ke-36 dengan menggelar Olimpiade Sejarah sebagai agenda utama, Selasa (6/1/2026). Kegiatan bertema “Refleksi Historis untuk Generasi Berprestasi” ini diikuti oleh 23 tim dari berbagai sekolah se-Nusa Tenggara Barat (NTB).


Olimpiade Sejarah dijadwalkan berlangsung tanggal 6- 10 Januari 2026. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari babak penyisihan hingga final, seminar kesejarahan, hingga penutupan yang dikemas dalam semarak kreativitas mahasiswa.


Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah, Lalu Fahrurrozi, mengatakan bahwa Olimpiade Sejarah tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembelajaran kolaboratif bagi pelajar dan mahasiswa.


“Olimpiade Sejarah ini kami rancang sebagai ruang belajar bersama. Sejarah yang besar lahir dari kerja kolektif, diskusi, dan semangat kebersamaan para penggiat sejarah,” ujarnya.


Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi, Muhammad Shulhan Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut mencerminkan peran strategis Pendidikan Sejarah dalam mencetak generasi yang adaptif dan berdaya saing.


“Melalui Olimpiade Sejarah dan rangkaian Dies Natalis ini, kami ingin menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat kualitas akademik mahasiswa dan pelajar,” jelasnya.


Ditempat yang sama Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Dr. Armin Subhani, M.Pd. Ia mengapresiasi konsistensi Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi yang secara berkelanjutan menjadikan Olimpiade Sejarah sebagai agenda unggulan tahunan.


"Kita berharap Melalui peringatan Dies Natalis ke-36 ini, Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Hamzanwadi berharap mampu menumbuhkan pola pikir historis, meningkatkan daya saing generasi muda, serta memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas di Nusa Tenggara Barat," Pungkasnya (Red).

TerPopuler