Integrasikan Keilmuan Pesantren dan Teknologi Digital, LHIBS Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Integrasikan Keilmuan Pesantren dan Teknologi Digital, LHIBS Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

Jumat, 09 Januari 2026, Januari 09, 2026


RadarBumigora.Com.Lombok Barat — Lenterahati Islamic Boarding School (LHIBS) terus memperkuat kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan keilmuan pesantren dan teknologi modern. Memasuki semester genap tahun ajaran ini, LHIBS akan menggenjot pendalaman ilmu-ilmu kepesantrenan, khususnya pembelajaran fikih, melalui kitab klasik yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan santri.


Direktur Lenterahati Islamic Boarding School, Jundu Muhammad Mufakkirul Islami, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa pada semester genap ini pihaknya memfokuskan pembelajaran fikih menggunakan kitab Safinatun Najah untuk santri tingkat SMP dan kitab Fathul Qarib untuk tingkat SMA.


“Pada semester genap ini, kami akan menggenjot keilmuan pesantren, khususnya pembelajaran fikih. Untuk tingkat SMP menggunakan kitab Safinatun Najah, sedangkan tingkat SMA menggunakan kitab Fathul Qarib,” ujar Jundu saat dihubungi, Jum'at  (9/01/2026).


Ia menjelaskan, pembelajaran kitab kuning sejatinya telah lama menjadi tradisi di pesantren-pesantren di Indonesia. Namun, Lenterahati menghadirkan pendekatan berbeda karena berlandaskan konsep pesantren modern.


“Keilmuan pesantren seperti ini sebenarnya sudah lama hadir di seluruh pesantren di Indonesia. Yang membedakan Lenterahati adalah basis pesantren modern, sehingga metode klasik seperti selogan kami padukan dengan pemanfaatan teknologi,” jelasnya.


Metode Klasik Dipadukan Teknologi Digital dalam implementasinya, metode pembelajaran tradisional akan diperkaya dengan penggunaan teknologi, seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital. Teknologi ini memungkinkan santri memvisualisasikan materi secara lebih jelas dan interaktif sesuai dengan penjelasan ustaz.


“Kami menggunakan alat bantu papan interaktif digital agar santri lebih mudah memahami dan memvisualisasikan materi yang diajarkan. Dengan begitu, pembelajaran kitab kuning menjadi lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” tambah Jundu.


Tak hanya untuk jenjang SMP dan SMA, pemanfaatan teknologi pembelajaran juga diperluas ke jenjang PAUD dan SD. LHIBS, kata dia, telah menerima bantuan seperangkat IFP dari pemerintah yang akan digunakan secara optimal dalam proses belajar mengajar.


“Alhamdulillah, untuk jenjang PAUD dan SD kami juga mendapatkan bantuan IFP. Kami tidak ingin perangkat ini hanya menjadi ‘mainan’. Oleh karena itu, guru-guru kami telah dilatih hampir setiap minggu untuk mengoperasikan IFP dan mengembangkan perangkat ajar interaktif,” ujarnya.


Menurutnya, Sistem Digital Pantau Karakter dan Administrasi. Selain penguatan pembelajaran, LHIBS juga mengembangkan sistem digital pendukung pendidikan. Melalui tim penjaminan mutu, pesantren ini menghadirkan sistem Turahlaku, yang berfungsi memantau kebiasaan, karakter, dan aktivitas santri secara berkelanjutan.


“Sistem Turahlaku ini menjadi alat refleksi bersama bagi guru, siswa, hingga wali murid, sehingga pembinaan karakter bisa dilakukan secara konsisten dan terukur,” kata Jundu.


Tak hanya itu, LHIBS juga mengembangkan sistem Molahgati, yakni platform administrasi guru yang digunakan untuk mencatat hasil rapat, masukan pembelajaran, hingga evaluasi proses belajar mengajar.


“Melalui sistem Molahgati, seluruh proses administrasi guru terdokumentasi dengan baik dan dapat dipelajari bersama, baik kelebihan maupun kekurangannya, untuk peningkatan kualitas pembelajaran,” jelasnya.


Untuk diketahui bahwa, Capaian Akademik di Atas Rata-rata Nasional. Dari sisi capaian akademik, Jundu mengungkapkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa Lenterahati menunjukkan hasil menggembirakan. Mayoritas siswa memperoleh nilai di atas rata-rata nasional.


“Alhamdulillah, nilai TKA siswa kami mayoritas berada di atas rata-rata nasional. Memang masih ada beberapa poin penting yang menjadi bahan evaluasi, namun pendekatan pembelajaran yang tidak hanya teacher centered terbukti membawa dampak positif bagi hasil belajar siswa,” pungkasnya.


Dengan integrasi keilmuan pesantren, teknologi, serta sistem pembinaan dan evaluasi berkelanjutan, Lenterahati Islamic Boarding School optimistis mampu melahirkan generasi berilmu, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Red).

TerPopuler