Sentra Paramita Dorong Semangat Kebangsaan Generasi Muda Melalui Bedah Buku Sejarah Nusantara

Sentra Paramita Dorong Semangat Kebangsaan Generasi Muda Melalui Bedah Buku Sejarah Nusantara

Jumat, 28 November 2025, November 28, 2025

 


RadarBumigora.Com.Mataram – Dalam upaya membangkitkan jiwa patriotisme di kalangan generasi muda terus digencarkan, Sentra Paramita Mataram Kementerian Sosial RI Melalui program inovatif Gerakan Generasi Muda Peduli Cultural Awareness, Reading & Excursion (CARE), menghadirkan kegiatan inspiratif berupa bedah buku “Menghadang Kubilai Khan” karya Antun Joko Susmana.


Acara berlangsung di Gedung Layanan Perpustakaan Provinsi NTB dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Mataram, Kamis (27/11/2025).


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Dr. H. Ashari, S.H., M.H.


Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Sentra Paramita Kemensos RI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), serta Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). 


Dalam Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni budayawan dan akademisi Prof. Dr. H. Nuriadi Sayip, S.S., M.Hum., serta pemerhati sejarah Dedy Ahmad Hermansyah. 


Kepala Sentra Paramita Mataram yang juga Ketua Panitia Bedah Buku, Arif Rohman, S.ST., M.SIP., MAWG., Ph.D., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.


“Bedah buku ini sangat strategis karena mendukung literasi, khususnya di kalangan generasi muda. Ini merupakan investasi sosial untuk menambah pengetahuan, wawasan, serta meneladani nilai luhur masa lalu, seperti semangat persatuan dan anti-imperialisme,” ujar Arif.


Sementara Penulis, Antun Joko Susmana membagikan perspektif mendalam mengenai sejarah Nusantara abad ke-13. Melalui novel sejarahnya, ia berharap generasi muda terus memupuk jiwa patriotisme dan berani memperjuangkan nilai kebangsaan, meneladani keberanian Jayakatwang yang menolak tunduk pada kekuasaan Mongol di bawah Kubilai Khan.


“Generasi muda harus bersatu dan mawas diri menghadapi ancaman ‘Kubilai Khan Baru’ berupa imperialisme, birokrasi koruptif, dan oligarki internal,” tegas Mono.


Selain sebagai penulis dan penggiat sosial-budaya, Antun Joko Susmana juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial bidang Kerjasama dan Kemitraan Strategis.


Ditempat yang sama Prof. Dr. H. Nuriadi Sayip, S.S., M.Hum selaku budayawan sekaligus akademisi, serta Dedy Ahmad Hermansyah selaku pemerhati sejarah  menyampaikan bahwa melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran berpikir kritis, taktis dan kreatif dalam berstrategi. Memperluas ruang-ruang dialog mengenai sejarah, kebudayaan leluhur dapat memperkuat fondasi karakter bangsa, identitas dan nasionalisme bangsa.


Persatuan yang dibangun atas dasar kesadaran sejarah menjadi fondasi kuat ketahanan bangsa. 


"Mari terus hidupkan semangat belajar dan menjaga warisan bangsa Indonesia," Ajaknya.(Red).

TerPopuler