RadarBumigora.Com.Lombok Barat — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian dan penguatan spiritual warga binaan, Kamis (22/1).
Kegiatan keagamaan yang berlangsung di Masjid Al-Akbar Lapas Lombok Barat tersebut mengusung tema “Meneladani Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW untuk Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa”. Peringatan Isra Mi’raj diikuti oleh warga binaan muslim bersama jajaran petugas Lapas dalam suasana khidmat dan penuh makna.
Hadir sebagai penceramah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Ustadz Muhammad Nahrowi.
Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna peristiwa Isra dan Mi’raj sebagai tonggak penguatan akidah, ibadah, dan akhlak umat Islam.
Ust. Muhammad Nahrowi menegaskan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan pedoman hidup bagi umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT, terutama melalui konsistensi dalam menegakkan salat.
“Isra Mi’raj mengajarkan bahwa perubahan hidup harus dimulai dari kedekatan dengan Allah SWT. Setiap insan, di mana pun berada, memiliki kesempatan yang sama untuk bertobat dan memperbaiki diri,” ujarnya di hadapan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Lombok Barat melalui Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib), M. Pauzan, menyampaikan bahwa peringatan hari besar keagamaan merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian di lingkungan Lapas.
“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, kami berharap warga binaan dapat meneladani nilai-nilai spiritual Rasulullah SAW sebagai bekal untuk memperbaiki diri, meningkatkan iman dan taqwa, serta membentuk pribadi yang lebih baik ke depannya,” kata Pauzan.
Ia menambahkan, pembinaan kerohanian yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu fokus Lapas Lombok Barat dalam mendukung proses rehabilitasi serta mempersiapkan warga binaan agar siap kembali dan berintegrasi dengan masyarakat.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diharapkan menjadi momentum refleksi spiritual bagi warga binaan untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa, sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam menjalani masa pembinaan dan kehidupan setelah bebas nanti. (Red)
